Daerah

Polemik Gratispol S2 ITK Clear, Status Kelas Reguler Jadi Solusi

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 02 Februari 2026 18:04
Polemik Gratispol S2 ITK Clear, Status Kelas Reguler Jadi Solusi
Potret pertemuan pihak ITK dan Pemprov Kaltim membahas soal polemik Gratispol. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Polemik pembatalan program Gratispol terhadap Mahasiswa S2 Kelas Eksekutif Institut Teknologi Kalimantan (ITK) akhirnya menemukan titik terang. Sebelumnya tersandung Pergub No 24 Tahun 2025, akhirnya status kelas reguler jadi solusi utama.

Senin (2/2/2026), Pemprov Kaltim bersama pihak ITK melakukan pertemuan di kantor gubernur, untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.  

Kepala Biro Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim Dasmiah, menyampaikan bahwa permasalahan Gratispol di ITK sudah diselesaikan secara baik.

"Alhamdulillah, sebenarnya tidak ada yang salah. Kita semua memaklumi karena ini merupakan program baru, sehingga pemahaman mahasiswa masih beragam ada yang memahami secara utuh, ada pula yang sebagian," sebutnya.

Ia menambahkan, mahasiswa yang bersangkutan kini dapat terakomodasi dalam program Gratispol melalui mekanisme perubahan status, yakni kelas reguler.

Dengan adanya kejadian ini, alhamdulillah ke depan semuanya menjadi lebih jelas. Hikmahnya, mahasiswa lain yang ingin melanjutkan kuliah juga menjadi lebih paham, terutama bagi mereka yang akan mendaftar di semester baru, agar memilih kelas reguler dan bukan kelas eksekutif. 

Dari pihak mahasiswa ITK, mereka mengapresiasi program Gratispol khususnya untuk mendukung pendidikan yang lebih maju di Kalimantan Timur.

"Kami berharap sosialisasi dapat dilakukan lebih terbuka dan lebih jelas, khususnya terkait petunjuk teknis (juknis) dan mekanisme pendaftaran," kata Ade Rahayu, sebagai salah satu Mahasiswa S2 Kelas Eksekutif ITK.

Sementara itu, Kepala Biro Akademik dan Umum ITK, Yuspian menyampaikan bahwa kelas eksekutif maupun reguler memang kebijakan internal kampus. 

Ia menyebut, mahasiswa yang membutuhkan dua jalur tersebut dipersilakan untuk memilih, baik kelas eksekutif maupun reguler, atas keputusan masing-masing dengan konsekuensi yang telah dipahami.

"Jadi untuk mahasiswa yang bersangkutan telah memilih kelas eksekutif, nantinya akan berpindah kembali ke jalur reguler. Itu menjadi solusi yang ditawarkan dan difasilitasi oleh pihak kampus," tutupnya.

[RWT] 



Berita Lainnya