Daerah
Politikus Demokrat Irwan Fecho Soroti Kegaduhan di Kaltim: Jangan Ribut Terus, Rakyat yang Susah
Kaltimtoday.co, Samarinda - Politisi Partai Demokrat, Irwan Fecho, menyoroti dinamika isu di Kalimantan Timur yang belakangan kerap diwarnai kegaduhan. Ia menilai sejumlah polemik yang muncul di ruang publik berpotensi mengganggu fokus pembangunan daerah jika tidak segera diredam.
Beberapa isu yang ramai diperbincangkan hingga ke tingkat nasional di antaranya pengadaan mobil dinas Rp 8,5 Miliar, hingga renovasi rumah jabatan sebesar Rp25 Miliar di era pemerintahan Rudy-Seno. Isu-isu tersebut menuai sorotan karena dinilai tidak sejalan dengan semangat efisiensi anggaran yang sedang ditekankan oleh pemerintah pusat.
Menurut Irwan, situasi seperti ini seharusnya menjadi refleksi bagi para pemimpin daerah agar lebih bijak dalam mengambil keputusan. Ia mengingatkan bahwa kebijakan yang diambil pejabat publik akan selalu menjadi perhatian masyarakat.
Bendahara Umum DPP Partai Demokrat itu juga menegaskan pentingnya sikap kenegarawanan dalam memimpin daerah. Ia menilai seorang pemimpin tidak cukup hanya piawai dalam berkontestasi politik, tetapi juga harus mampu menunjukkan kepemimpinan yang matang setelah terpilih.
“Ketika kontestasi politik sudah selesai dan kepala daerah sudah terpilih, maka yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang mampu merangkul semua pihak,” ujarnya pada Sabtu (11/04/2026).
Irwan menekankan pentingnya hubungan yang harmonis antara gubernur, bupati, dan wali kota dalam menjalankan roda pemerintahan di daerah. Menurutnya, sinergi antarpemimpin daerah menjadi faktor penting dalam memastikan pembangunan berjalan efektif.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya hubungan yang sehat antara eksekutif dan legislatif. Kerja sama yang solid, kata dia, akan mempermudah proses pengambilan kebijakan dan mempercepat realisasi program pembangunan.
Lebih lanjut, Irwan meyakini bahwa Kalimantan Timur memiliki potensi besar dari sektor sumber daya alam yang seharusnya bisa dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat. Karena itu, para pemimpin daerah diharapkan lebih fokus bekerja dan tidak larut dalam polemik yang tidak produktif.
“Kurangi kebisingan, perbanyak kerja. Kita harus fokus membangun, bukan terus ribut-ribut,” tegas Irwan.
Menurutnya, masyarakat Kalimantan Timur membutuhkan pemimpin yang mampu menghadirkan solusi nyata, bukan sekadar mempertontonkan konflik di ruang publik.
"Tidak enak didengarnya, saya kan tinggal di Jakarta, Kaltim kok jadi pembicaraan terus. Kalau ribut-ribut terus, yang susah itu rakyat,” pungkas Irwan.
[RWT]
Related Posts
- DPRD dan Pemprov Kaltim Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
- PLN Gelar Promo Diskon Tambah Daya 50 Persen Lewat Aplikasi PLN Mobile
- Fase Pemulihan Banjir, IKEA Salurkan Bantuan untuk 364 Keluarga di Aceh Tamiang
- Anggaran Terbatas, Kuota Perjalanan Religi Gratis Marbot Kaltim Anjlok dari 870 Jadi 14 Orang
- Dugaan Anak Anggota DPRD Lolos Jalur Afirmasi, Disdikbud Kaltim Minta SMAN 1 Samarinda Verifikasi Ulang









