Kukar

Puluhan Tahun Jalan Provinsi di Sebulu Kukar Rusak Parah, Warga Sampai Minta Ampun

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Jalan di Desa Giri Agung Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) merupakan akses utama dari Kecamatan Tenggarong Seberang menuju Sebulu. Berstatus jalan provinsi kurang lebih sepanjang 15 kilo meter (KM) rusak parah sebab setiap hari rutin dilintasi angkutan berat diatas 20 ton seperti alat berat dan muatan berat lainnya.

Bahkan jalan rusak yang dirasakan bukan sekedar 1 atau 2 tahun saja tetapi hampir sekitar puluhan tahun lamanya. Hal ini dibenarkan Kepala Desa Giri Agung, Supriadi.

Baca juga:  Terapkan "Kaltim Steril", Pemkab Kukar Tutup 15 Akses Ruas Jalan

“Jalan di Desa Giri Agung terakhir pengaspalan tahun 1990 an, sampai tahun ini belum ada perbaikan jalan,” kata Supriadi saat dihubungi Kaltimtoday.co, Senin (08/02/2021).

Bulan kemaren, lanjutnya, ada konsultan mengukur jalan sepanjang 6 KM di desanya. Menurut informasi yang dirinya terima, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Kaltim akan membangun pengerasan jalan atau semenisasi sepanjang 6 KM di Desa Giri Agung.

“Insyaallah akan terealisasi dan paling lambat pembangunan di bulan Juni tahun ini,” ungkap Supriadi.

Kendati masih ada 7 kilo jalan yang belum diperbaiki, sedangkan sepanjang jalan tersebut rusaknya krusial khususnya untuk pengedara yang melintas. Dalam waktu beberapa hari terakhir banyak yang kecelakaan baik itu kendaraan besar maupun roda dua akibat jalan yang rusak serta licin saat hujan.

“Satu bulan lalu tercatat sudah ada 2 orang sopir meninggal akibat kecelakaan dijalan situ. Belum lagi kecelakaan motor yang tak terdeteksi,” ujar Supriadi.

Disisi lain, pihak kecamatan, Polsek Sebulu dan Desa Giri Agung serta masyarakat setempat bergotong royong untuk memperbaiki jalan dengan material seadanya. Supriadi menuturkan pihaknya membantu material adapula alat angkut serta alat berat dari pihak terkait.

Baca juga:  Tenang, Pemkab Pastikan Sabtu-Minggu Pedagang di Kukar Boleh Buka

Hal ini agar mengurangi sedikit jalan yang sebelumnya rusak parah sehingga angka kecelakaan menurun. Namun perbaikan ini tidak berkelanjutan sebab tidak mempunyai dana jika dilakukan terus menerus oleh desa.

“Jika kami terus yang perbaiki jalan tidak mampu karena tidak punya dana dan teman teman kalau disuruh gotong royong terus kasian,” pungkas Supriadi.

[SUP | NON]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker