Kukar

Reses Bersama Petani Kukar, Supariyadi: Masyarakat Keluhkan Harga Pupuk dan Obat Mahal

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Berawal melihat kegelisahan dan keluhan masyarakat terutama para petani didaerah pemilihannya. Dimasa reses tahap satu DPRD Kukar, Supriyadi melakukan kunjungan kerja menitik fokuskan kepada masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan perkebunan dibeberapa titik Kecamatan Loa Kulu dan Loa Janan.

“Saya keliling di dapil Loa Kulu dan Loa Janan untuk mendengarkan pertumbuhan ekonomi rakyat,” ujar Supriyadi saat dihubungi Kaltimtoday.co, Sabtu (30/01/2021).

Baca juga:  Saparuddin Reses di 3 Kelurahan, Masyarakat Inginkan Perbaikan Gorong-Gorong dan Penanganan Banjir

Ketika berdiskusi, lanjut dia, yang disampaikan mereka rata-rata sama yakni harga pupuk dan obat tergolong mahal sehingga masyarakat yang tinggal dikampung turut merasa terbebani dan kesulitan akan tingginya harga tersebut. Mereka menginginkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar agar bisa mensubsidi kepada petani supaya harganya murah.

Dulu, lanjut Supriyadi, pemerintah memberikan subsidi, jadi perlu dievaluasi bersama dengan dinas terkait sehingga keluhan-keluhan masyarakat bisa teratasi. Tak jarang mereka memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mengharapkan hasil panennya.

“Hasil reses kami, petani masih mengeluhkan pupuk dan harga obat yang mahal,” ujar Ketua Komisi I.

Baca juga:  PPKM di Kukar, Penampilan Seni Teater Anniversary Lanjong ke-19 Ditunda

Sementara mereka berharap agar pemerintah memberikan bantuan seperti bibit tanaman pangan serta alat penunjang pertanian lainnya. Jika mengandalkan biaya sendiri maka sangat terbatas apalagi ditengah pandemi Covid-19. Tak sampai disitu, lanjut Supriyadi, banyak yang mengeluhkan harga jual padi terbilang murah sehingga hasil yang didapatkan tidak berimbang.

“Masyarakat mengeluhkan harga padi yang murah sehingga biaya penanaman perawatan dan pendapatan yang dihasilkan tidak imbang,” pungkasnya.

[SUP | NON]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close