DISDIKBUD BONTANG
SDN 001 Bontang Utara Kembangkan Kokurikuler Berbasis Kearifan Lokal Pesisir
BONTANG, Kaltimtoday.co - SD Negeri 001 Bontang Utara mengembangkan kegiatan kokurikuler berbasis kearifan lokal pesisir sebagai upaya memperkaya pengalaman belajar siswa di luar kelas. Program ini disesuaikan dengan kondisi geografis sekolah yang berada di kawasan dekat laut, sehingga materi pembelajaran lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Kepala SDN 001 Bontang Utara, Langgeng Suprantoro, menjelaskan bahwa kegiatan kokurikuler dirancang dengan mengangkat potensi lokal, seperti pengolahan hasil laut hingga pelestarian lingkungan pesisir.
“Biasanya disesuaikan juga dengan kearifan lokal. Karena kita dekat dengan kawasan pesisir, jadi kegiatannya seperti penanaman bakau, pengolahan ikan asin, sampai pembuatan terasi,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya mengenalkan siswa pada potensi daerah, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan seperti penanaman mangrove, misalnya, turut mendukung program sekolah berwawasan lingkungan atau Adiwiyata.
Langgeng menambahkan, dalam pelaksanaan kokurikuler, sekolah juga melibatkan pihak luar sebagai guru tamu untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual kepada siswa.
“Ada guru tamu juga, misalnya dari masyarakat lokal yang paham tentang pengolahan rumput laut atau produk pesisir lainnya. Jadi anak-anak bisa belajar langsung dari ahlinya,” jelasnya.
Pelaksanaan kegiatan kokurikuler ini diatur per jenjang kelas dengan melibatkan seluruh rombongan belajar secara bersamaan. Setiap jenjang terdiri dari tiga kelas yang mengikuti kegiatan secara kolektif, sehingga koordinasi antara guru dan narasumber eksternal dapat berjalan lebih efektif.
Ia menyebutkan, dalam satu semester, sekolah biasanya menetapkan dua jenis kegiatan kokurikuler utama. Setiap kegiatan dilaksanakan dalam beberapa pertemuan, dimulai dari penyampaian teori hingga praktik langsung di lapangan.
“Tidak harus setiap minggu. Satu kegiatan bisa berlangsung dua sampai empat kali pertemuan, tergantung materinya. Yang penting ada teori dan praktiknya,” terangnya.
Program kokurikuler berbasis kearifan lokal ini telah berjalan selama dua tahun terakhir dan terus dievaluasi agar semakin optimal. Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang sesuai dengan lingkungan tempat tinggal mereka.
“Harapannya anak-anak bisa lebih mengenal potensi daerahnya sendiri dan punya keterampilan yang bermanfaat untuk kehidupan mereka ke depan,” tandasnya.
[ADV DISDIKBUD BONTANG]
Related Posts
- Tak Ada Bimbel, SDN 001 Bontang Utara Akui Berdampak pada Hasil Ujian
- SDN 001 Bontang Utara Perkuat Pendampingan Siswa Jelang TKA dan Ujian
- Matangkan Persiapan FLS2N, SDN 001 Bontang Utara Unggulkan Badminton dan Renang
- Kendala Jaringan Warnai Uji Coba TKA di SMPN 5 Bontang
- Jelang TKA April 2026, SMPN 5 Bontang Simulasikan Ujian untuk 209 Siswa









