DISDIKBUD BONTANG

SDN 001 Bontang Utara Perkuat Pendampingan Siswa Jelang TKA dan Ujian

Fitriwahyuningsih — Kaltim Today 13 April 2026 13:55
SDN 001 Bontang Utara Perkuat Pendampingan Siswa Jelang TKA dan Ujian
Kepala SDN 001 Bontang Utara, Langgeng Suprantoro. (Fitri Wahyuningsih/Kaltim Today).

BONTANG, Kaltimtoday.co - Hasil percobaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan ujian siswa di SD Negeri 001 Bontang Utara menunjukkan capaian yang belum memuaskan. Kondisi ini disinyalir akibat ketiadaan program bimbingan belajar (bimbel) seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kepala SDN 001 Bontang Utara, Langgeng Suprantoro, mengakui bahwa hasil evaluasi terbaru masih berada di bawah standar yang diharapkan sekolah. Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat capaian siswa sebelumnya cenderung lebih baik.

“Memang berpengaruh sekali. Nilai anak-anak tidak seperti kakak kelasnya dulu. Kalau dirata-rata, hasil try out kemarin masih di bawah KKM,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah berada di angka 7. Namun, dari hasil tiga kali try out yang telah dilaksanakan, rata-rata nilai siswa masih belum mencapai target tersebut.

“Target kami minimal sesuai KKM, yaitu 7, kalau bisa di atas itu. Tapi sementara ini rata-rata masih di bawah,” jelasnya.

Menurut Langgeng, salah satu faktor utama penurunan capaian ini adalah tidak adanya bimbingan belajar intensif seperti sebelumnya. Sekolah kini lebih berhati-hati dalam menyelenggarakan bimbel berbayar karena khawatir menimbulkan persoalan.

Padahal, menurutnya, bimbel memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan siswa, terutama dalam membiasakan mereka mengerjakan soal-soal yang sesuai dengan kisi-kisi ujian.

“Biasanya kan ada latihan soal yang intens, jadi anak-anak punya gambaran soal yang akan dihadapi. Sekarang mereka jadi lebih meraba-raba karena jarang latihan,” terangnya.

Sebagai solusi, pihak sekolah bersama guru mengambil inisiatif dengan mengadakan tambahan jam pelajaran secara gratis. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu dengan memanfaatkan waktu ekstrakurikuler.

“Kami tetap ambil inisiatif. Walaupun tidak boleh bimbel berbayar, kami adakan tambahan pelajaran tanpa biaya. Ini murni dari inisiatif guru-guru,” ungkapnya.

Program tambahan ini difokuskan bagi siswa kelas VI yang berjumlah 85 orang dan terbagi dalam tiga rombongan belajar. Saat pelaksanaan ujian, jumlah tersebut akan dibagi menjadi empat rombel agar sesuai dengan ketentuan maksimal 20 siswa per ruang.

Langgeng berharap, dengan adanya tambahan jam belajar ini, kemampuan siswa dapat meningkat dan hasil TKA ke depan menjadi lebih baik.

“Yang penting anak-anak tetap dapat pendampingan. Kita optimalkan waktu yang ada supaya hasilnya bisa lebih baik,” pungkasnya.

[ADV DISDIKBUD BONTANG]



Berita Lainnya