Daerah

Seorang Petani Sawit Hilang Saat Berburu di Desa Makarti, Pencarian Masuki Hari Keempat

Supri Yadha — Kaltim Today 11 Februari 2026 19:20
Seorang Petani Sawit Hilang Saat Berburu di Desa Makarti, Pencarian Masuki Hari Keempat
Pencarian petani saat yang hilang di area kebun sawit, Desa Makarti, Kecamatan Marangkayu. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Memasuki hari keempat, Basarnas Kaltim melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan melanjutkan pencarian seorang warga Samarinda yang hilang di area kebun sawit Desa Makarti, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Korban seorang petani sawit bernama Steven Riadi (50) diduga hilang saat tengah berburu di kawasan sawit tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima Basarnas, korban seorang diri meninggalkan pondok atau mess untuk berburu hewan liar menggunakan senapan angin, pada Rabu (28/1/2026) lalu. Setelah ditunggu beberapa hari, korban tidak kunjung kembali. Pihak keluarga korban sempat melakukan pencarian mandiri tapi tak membuahkan hasil. Kemudian menyampaikan laporan ke Basarnas pada Minggu (8/2/2026).

Sejak menerima laporan, Basarnas langsung menerjunkan tim Rescue Pos SAR Samarinda ke lokasi kejadian. Hingga hari keempat pencarian, keberadaan korban belum juga ditemukan. 

“Pencarian korban dilakukan dengan menyisir di sekitar lokasi kejadian terakhir,” kata Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, Rabu (11/2/2026). 

Hingga hari keempat, Basarnas kembali melanjutkan operasi dengan memperluas area pencarian hingga radius 10 kilometer, atau sekitar 138 km² dari lokasi kejadian terakhir. Untuk mempercepat pencarian, area tersebut dibagi menjadi dua sektor, dengan melibatkan unsur Basarnas, BPBD Kutai Kartanegara, PMI Muara Badak, Disdamkar Marang Kayu, keluarga korban, serta warga setempat.

Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai peralatan, di antaranya Rescue Car D-Max Basarnas, kendaraan rescue BPBD dan PMI, serta peralatan komunikasi, medis, dan jungle rescue. Meski begitu, di lapangan tim menghadapi sejumlah kendala seperti akses jalan yang sulit dan terbatasnya sinyal komunikasi.

“Upaya pencarian terus dilakukan secara maksimal dan masyarakat diimbau segera melapor apabila menemukan informasi terkait keberadaan korban,” tandasnya.

[RWT] 



Berita Lainnya