Kutim

Syarat Bahasa Mandarin, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman Minta Lowongan Kerja Pabrik Semen Ditarik

Kaltimtoday.co, Sangatta – Pemkab Kutim akhirnya meminta lowong kerja PT Kobexindo Cement yang mewajibkan pelamar bisa bahasa Mandari dicabut.

Perintah pencabutan lowongan kerja itu disampaikan langsung Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman.

Baca juga:  Gugatan Ditolak MK, ASKB Dinyatakan Menang

Politikus PKS itu menyampaikan, setelah minta lowongan kerja ditarik, dirinya meminta Disnakertrans Kutim untuk melakukan revisi. Wajib bisa bahasa Mandari harus dihapus. Sebab, lowongan kerja itu bukan untuk tenaga kerja Indonesia yang dikirim ke China.

“Tidak relevan. Saya minta hapus syarat itu,” tegas Ardiansyah Sulaiman.

Baca juga:  PPKM Mikro Kutim Diberlakukan, Basti Harap Tempat Ibadah Tetap Dibuka

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Disnakertrans Kutim Sudirman Latif menegaskan, pihaknya dalam waktu dekat akan segera berkoordinasi dengan PT Kobexindo Cement.

“Kami akan pertanyakan syarat bahasa Mandarin,” ucap dia.

Baca juga:  Pemkab Kutim Sampaikan Nota Penjelasan tentang Rancangan KUA dan PPAS ke DPRD, Kasmidi: Pembayaran Utang Jadi Prioritas

Seperti diketahui, sebelumnya, informasi lowker PT Kobexindo Cement yang membutuhkan 20 tenaga kerja di antaranya operator compact (SIO, 2 posisi), operator loader (SIO, 4 posisi), sopir fuel-truck SIM A dan B (1 posisi), operator mixer (3 posisi/menguasai bahasa Mandarin), operator forklift (4 posisi), operator mesin agregat (3 posisi/ menguasai bahasa Mandarin) dan pengawas batching plant (3 posisi) beredar luas di publik.

Baca juga:  Diperiksa KPK di Samarinda, Faisal dan Ramadhani Sebut Ditanya Seputar Tugas dan Wewenang Ketua Komisi di DPRD

Di antara beberapa posisi tersebut terdapat 2 jenis pekerjaan yang mencantumkan persyaratan harus menguasai bahasa Mandarin yaitu operator mixer dan operator mesin agregat. Sontak syarat yang dinilai janggal tersebut ramai dibicarakan warga. Banyak diantaranya menolak persyarat tersebut.

[TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close