Gaya Hidup

Tak Harus Buka Dada Lebar, Bypass Jantung Kini Minim Sayatan Lewat Teknik MICS

Kaltim Today
20 Mei 2026 17:54
Tak Harus Buka Dada Lebar, Bypass Jantung Kini Minim Sayatan Lewat Teknik MICS
Ilustrasi.

Kaltimtoday.co - Operasi bypass jantung selama ini identik dengan tindakan besar yang mengharuskan dada pasien dibuka lebar. Namun, perkembangan teknologi medis kini menghadirkan pendekatan yang lebih ramah dan minim risiko bagi pasien.

Lewat teknik Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS), prosedur bypass atau Coronary Artery Bypass Grafting(CABG) kini bisa dilakukan hanya dengan sayatan yang jauh lebih kecil.

Apa Itu Bypass Jantung?

Bypass jantung atau CABG merupakan prosedur medis untuk mengatasi penyumbatan pada pembuluh darah koroner. Dalam tindakan ini, dokter akan membuat 'jalur baru' menggunakan pembuluh darah sehat dari bagian tubuh lain agar aliran darah ke jantung kembali lancar. Penyumbatan ini umumnya terjadi akibat penumpukan plak (aterosklerosis) yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Dokter Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular dari Siloam Heart Hospital, dr. Heston G. B. Napitupulu, Sp.BTKV(K), MARS., menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan salah satu gold standard untuk pasien yang mengidap penyakit jantung kompleks.

"Kami mengambil pembuluh darah pembantu, bisa dari kaki atau dari dinding dada, kemudian disambungkan ke jantung melewati pembuluh darah yang tersumbat," ujar dr. Heston di sela-sela agenda Siloam Cardiac Summit 2026 di Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026).

Saat ini, dr. Heston menambahkan, ada dua teknik CABG yang bisa dilakukan oleh tim dokter. Pertama adalah sternotomi (membuka dinding dada), dan kedua adalah MICS yang menggunakan pendekatan minimal invasif.

Kapan Pasien Bisa Menggunakan MICS?

Tidak semua pasien bisa langsung memilih teknik ini. Dokter Heston menyebutkan ada sejumlah kondisi spesifik yang harus dipenuhi pasien jika ingin menjalani bypass jantung dengan teknik MICS:

  • Penyakit Jantung Tunggal: Pasien hanya menderita penyakit jantung koroner tanpa komplikasi penyakit jantung lain. "Jika ada kombinasi kelainan katup, kami tetap melakukan tindakan sternotomi agar kedua penyakit tersebut bisa diobati sekaligus," jelasnya.
  • Kelainan Tulang Dada: Pasien yang memiliki kelainan bentuk tulang dada sehingga sulit menjalani sternotomi. Melalui MICS, operasi bisa dilakukan melalui sayatan dari sisi samping tubuh.
  • Pertimbangan Estetika: MICS menjadi opsi ideal bagi pasien yang memprioritaskan estetika, karena bekas luka sayatan berada di area samping yang lebih tersembunyi.
  • Kasus Pembuluh Darah Jantung Tidak Kompleks: Prosedur ini ditujukan untuk kasus yang tidak terlalu rumit, sehingga hasil akhir operasi (efektivitasnya) tetap setara dengan teknik sternotomi konvensional.

Keuntungan Teknik MICS

Sebagai prosedur yang minim invasif, MICS menawarkan keunggulan signifikan dari sisi pemulihan pasien. Selain bekas luka yang minim secara estetika, durasi perawatan di rumah sakit juga menjadi lebih singkat.

"Lama perawatannya mungkin hanya sekitar 4 sampai 5 hari. Intervensi medis yang dilakukan juga lebih sedikit karena area yang dibuka sangat minimal. Kami berharap risiko pascaoperasi pun menjadi jauh lebih kecil," ungkap dr. Heston.

Keandalan prosedur ini dibuktikan oleh Siloam Heart Hospital yang mencatatkan tingkat keberhasilan tindakan CABG hingga 98,8%. Angka ini sekaligus mempertegas posisi rumah sakit tersebut sebagai pusat layanan kardiovaskular tepercaya di Indonesia.

Kesiapan Penanganan Darurat Jantung di Siloam Heart Hospitals

Siloam Heart Hospitals kini telah berstatus sebagai Chest Pain Ready Hospital (CPRH). Artinya, rumah sakit ini siap menangani kondisi kegawatdaruratan jantung secara cepat, tepat, dan terintegrasi.

Kesiapan penanganan ini didukung oleh sistem end-to-end yang solid:

  • Penanganan siaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
  • Pemeriksaan EKG (elektrokardiogram) yang rampung dalam waktu kurang dari 10 menit.
  • Kesiapan Cath Lab untuk tindakan kateterisasi darurat.
  • Dukungan tim medis jantung multidisiplin yang siaga 24 jam selama 7 hari penuh.

Dengan mengusung prinsip "time is muscle", setiap menit sangat krusial untuk menyelamatkan otot jantung dan meningkatkan peluang hidup pasien. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala nyeri dada, segera hubungi call center darurat Siloam di 1500911 untuk mendapatkan penanganan medis instan.

Informasi lain terkait lingkungan bisa kunjungi dlh-gunungmas.aisyiyahduri.sch.id untuk meningkatkan pemahaman Anda.



Berita Lainnya