Gaya Hidup
Waspada, Infeksi Radang Tenggorokan Saat Remaja Bisa Picu Katup Jantung Bocor
Kaltimtoday.co - Penyakit rematik jantung ternyata dapat memicu kerusakan pada katup jantung yang baru muncul bertahun-tahun kemudian. Kondisi ini terjadi setelah seseorang mengalami infeksi bakteri Streptococcus saat masih remaja, yang berpotensi menyebabkan katup jantung bocor atau menyempit ketika memasuki usia dewasa.
Spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi sekaligus konsultan aritmia, Prof Yoga Yuniadi, menjelaskan bahwa kerusakan katup akibat rematik jantung ini umumnya baru terlihat secara klinis saat penderita menginjak usia produktif.
"Jadi biasanya saat umur-umur 30-an katupnya bocor atau katupnya menyempit akibat penyakit rematik jantung yang diderita pada saat kitanya usia remaja," kata Prof Yoga, Senin (29/6/2026).
Secara medis, penyakit rematik jantung merupakan bentuk komplikasi dari demam rematik akut yang dipicu oleh infeksi bakteri Streptococcus. Infeksi bakteri tersebut umumnya berawal dari penyakit radang tenggorokan atau faringitis yang tidak mendapatkan penanganan medis secara memadai.
Oleh karena itu, Prof Yoga mengingatkan para orang tua agar tidak mengabaikan keluhan radang tenggorokan yang dialami oleh anak. Terutama jika keluhan tersebut sudah disertai dengan gejala nyeri saat menelan dan adanya dahak yang berwarna hijau.
"Jadi, kalau punya anak-anak infeksi saluran nafas, nyeri menelan, riaknya hijau itu harus segera diobati, karena kalau enggak kalau itu kumannya streptococcus hemolyticus tipe B namanya, itu menyerang jantung. Itu si racunnya itu," ungkap Prof Yoga.
Dampak dari infeksi bakteri tersebut dipastikan tidak langsung merusak organ jantung seketika. Kerusakan struktural pada katup biasanya baru akan muncul dalam rentang waktu 10 hingga 15 tahun setelah infeksi pertama terjadi.
Sebagai informasi, jantung manusia memiliki empat katup utama, yakni katup trikuspid, katup mitral, katup aorta, dan katup pulmonal. Gangguan pada bagian ini dapat berupa penyempitan sehingga katup sulit terbuka, atau kebocoran kronis yang mengganggu fungsi optimal jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh.
Selain faktor rematik jantung, Prof Yoga menyebutkan bahwa gangguan katup juga dapat dipicu oleh fibrilasi atrium. Kondisi tersebut merupakan gangguan irama jantung yang berlangsung dalam waktu lama hingga akhirnya memicu kerusakan sekunder pada katup.
Ia juga mengingatkan bahwa penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas merupakan faktor risiko utama penyakit jantung yang dapat berujung pada gangguan katup. Melakukan kontrol ketat terhadap kondisi fisik menjadi langkah preventif yang sangat krusial.
"Kita mencegah penyakit jantung lainnya itu, gangguan irama jantung, yang itu dijaga tensinya supaya normal, jangan sampai obesitas, enggak merokok, diabetesnya dijaga, seperti itu," pungkas Prof Yoga.
[RWT]
Related Posts
- WHO Desak Indonesia Larang Vape dan Segera Terapkan Kemasan Rokok Bergambar
- Panduan Lengkap Memelihara Kucing bagi Pemilik Baru: Tips Perawatan, Kesehatan, dan Solusi Bulu Rontok
- Tips Menjaga Tubuh Saat Sehat dan Pentingnya Konsultasi Medis Primer
- 5 Makanan yang Perlu Dikonsumsi untuk Mencegah Kolesterol Tinggi
- 6 Obat Asam Lambung Alami: Kunyit, Madu, hingga Jahe









