Advertorial

Tambang Mulai Lesu, Pemkab Berau Targetkan Kemandirian Fiskal Lewat Sumber PAD Lain

Kaltim Today
05 Mei 2026 18:48
Tambang Mulai Lesu, Pemkab Berau Targetkan Kemandirian Fiskal Lewat Sumber PAD Lain
Sekda Berau, Muhammad Said. (Miko/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Berau - Pemkab Berau kini tengah serius mengupayakan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna memperkuat kemandirian fiskal. 

Langkah ini diambil menyusul kondisi ketergantungan daerah yang masih cukup tinggi terhadap kucuran dana transfer dari pemerintah pusat untuk membiayai pembangunan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, mengungkapkan bahwa ketergantungan pada dana pusat menjadi tantangan tersendiri di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Menurutnya, pemerintah daerah harus mulai berinovasi agar tidak hanya berpangku tangan pada alokasi anggaran dari tingkat nasional.

"Saat ini kita masih sangat mengandalkan dana transfer pusat. Oleh karena itu, Bapenda harus bekerja keras memaksimalkan potensi-potensi pajak daerah yang ada. Insya Allah, upaya ini akan segera kita realisasikan," ujar Said pada Selasa (5/5/2026).

Dia menambahkan, meskipun berbagai upaya telah dilakukan secara maksimal, koordinasi lintas sektor terus diperkuat.

Secara khusus, ia memberikan instruksi kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau untuk lebih jeli dalam memetakan sumber-sumber pendapatan yang selama ini belum tergarap optimal.

"Kami meminta kepada Badan Pendapatan Daerah untuk memaksimalkan potensi-potensi yang bisa jadi potensi pajak daerah yang belum maksimal didapatkan. Insya Allah mudah-mudahan segera dapat diupayakan," lanjutnya.

Pentingnya kemandirian fiskal ini menjadi prioritas jangka panjang bagi Bumi Batiwakkal.

Said menjelaskan, bahwa tren dana transfer yang cenderung semakin berkurang menuntut daerah lebih kreatif mencari sumber pendanaan alternatif yang sah secara hukum dan tidak memberatkan masyarakat.

"Karena upaya kita ke depan ya seperti itu. Dengan dana transfer yang semakin sedikit, maka untuk kemandirian fiskal di daerah dibutuhkan inovasi," tegas Said.

Said juga menekankan peran vital petugas lapangan dalam melakukan validasi dan pendataan ulang terhadap objek-objek pajak. Pengelolaan data yang akurat dianggap sebagai langkah awal untuk memastikan tidak ada potensi pendapatan daerah yang hilang begitu saja.

Terkait langkah konkret di lapangan, Said memaparkan bahwa pemerintah telah menyiapkan dua strategi utama. Strategi tersebut mencakup penguatan sektor yang sudah ada serta pencarian peluang baru di sektor-sektor potensial lainnya.

"Strateginya pertama akan ada dua itu: intensifikasi dan ekstensifikasi. Intensifikasi artinya memaksimalkan potensi pajak yang sudah ada, kemudian ekstensifikasi melihat peluang-peluang pajak daerah lain yang bisa jadi mungkin selama ini belum tergarap secara maksimal," tutupnya.

[MGN | RWT] 



Berita Lainnya