Internasional
Tanggapi Kabut Asap dari Indonesia, Menlu Malaysia Sebut Layangkan Nota Diplomatik Jadi Langkah Terakhir
Kaltimtoday.co - Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk tetap mengedepankan pendekatan diplomasi dan mekanisme regional ASEAN dalam menangani persoalan kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, menyatakan bahwa pengiriman nota diplomatik resmi merupakan langkah paling akhir yang dihindari karena berpotensi memengaruhi hubungan bilateral kedua negara.
“Kami belum sampai pada tahap itu (mengirim nota diplomatik). Mudah untuk berbicara tentang mengambil tindakan hukum, tetapi melakukan hal tersebut berarti kami siap memutuskan hubungan. Nota seperti itu merupakan upaya terakhir,” ujar Mohamad, Jumat (16/10/2026).
Ia menekankan bahwa, Pemerintah Malaysia memilih pendekatan bertahap yang menitikberatkan pada perlindungan kesehatan masyarakat tanpa mengorbankan ikatan diplomatik yang telah terjalin baik dengan Indonesia.
Siapkan Bantuan Pemadaman dan Terkendala Jarak Pandang
Selain jalur diplomasi, Malaysia menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan teknis penanganan kebakaran di lapangan. Kemenlu Malaysia telah menginstruksikan sekretaris jenderal untuk menggelar rapat koordinasi guna merumuskan skema bantuan pemadaman titik api di Indonesia.
Kendati demikian, Mohamad mengakui bahwa upaya penanggulangan karhutla di lokasi kebakaran menghadapi kendala ekstrem, terutama keterbatasan jarak pandang yang mencapai di bawah 50 meter.
“Helikopter kami juga tidak dapat beroperasi karena kabut asap sangat tebal sehingga penerbangan akan berbahaya,” jelasnya, seraya menambahkan bahwa tim bantuan dari Jepang juga sempat menarik diri akibat sulitnya akses udara menuju titik kebakaran.
Dorong Dokumen Kerjasama Regional di Forum ASEAN
Sebagai langkah konkret tingkat kawasan, Malaysia berencana menyampaikan dokumen non-paper pada pertemuan Pejabat Senior ASEAN (ASEAN Senior Officials’ Meeting/ASEAN SOM) serta Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Ministers’ Meeting/AMM) mendatang.
Inisiatif tersebut bertujuan untuk memperkuat mekanisme penanganan kabut asap lintas batas dan memasukkan isu karhutla ke dalam kerangka kerja sama penanggulangan bencana alam ASEAN guna meningkatkan respons serta koordinasi antarnegara anggota.
[RWT]
Related Posts
- Dikepung Asap Karhutla hingga Liburkan Sekolah, Malaysia Gugat Prinsip 'Bebas Sanksi' ASEAN
- Terdampak Asap Karhutla Kalimantan, Udara di Malaysia Masuk Level Mengkhawatirkan
- Kabut Asap Pekat Selimuti Paser, Jarak Pandang Merosot hingga 50 Meter
- Tragedi Kapal Terbalik di Malaysia: Operasi SAR Dihentikan, 16 WNI Dinyatakan Meninggal Dunia
- Dubes RI di Malaysia Peringatkan WNI: Hindari Bekerja Tanpa Prosedur Resmi







