DPRD BERAU
Tantangan Fiskal Daerah jadi Penghambat Realisasi Jembatan Kelay III, DPRD Berau Harap Bantuan Anggaran dari Pusat
Kaltimtoday.co, Berau - Ambisi Pemerintah Kabupaten Berau untuk memiliki jalur penghubung baru melalui Jembatan Kelay III kembali menemui jalan buntu. Proyek strategis yang digadang-gadang menjadi solusi kemacetan dan percepatan ekonomi ini terhambat oleh dua masalah klasik: pembebasan lahan yang belum tuntas dan keterbatasan anggaran daerah.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mengungkapkan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini menjadi tantangan terbesar bagi realisasi jembatan tersebut.
Meski perencanaan sudah matang, status kepemilikan lahan di kedua sisi jembatan ternyata belum sepenuhnya klir. Dedy menjelaskan bahwa meski lahan di satu sisi sudah aman, sisi lainnya masih dalam proses negosiasi.
“Lahan di Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb itu yang belum selesai dibebaskan pemerintah, sementara di satu sisi lainnya, di Mantaritip, Sambaliung sudah berstatus punya Pemda Berau,” jelasnya.
Proyek yang ditujukan menjadi jalur alternatif penghubung tercepat dari pesisir Biduk-Biduk ke jantung kabupaten Berau itu, sebelumnya telah diperhitungkan mengenai realisasi pengerjaannya. Dari sisi perencanaan hingga kebutuhan anggaran.
Apabila terealisasi, maka masyarakat dari pesisir Selatan mempunyai akses lain. Tak hanya terfokus kepada jembatan Sambaliung yang sudah sejak lama, menjadi satu-satunya urat nadi jalur ekonomi Berau dari wilayah laut dan Kutai Timur.
“Jadi masyarakat yang dari Biduk-Biduk akan lebih cepat sampai ke Tanjung Redeb sehingga perputaran ekonomi bisa semakin fleksibel, jembatan Sambaliung juga tidak semakin terbebani,” tambahnya.
Politisi Nasdem itu memperkirakan, kemampuan keuangan daerah menjadi tantangan yang akan dihadapi di tengah kebijakan efisiensi. Sebab, proyeksi APBD 2027 hanya berkisar Rp2 triliun, sementara kebutuhan untuk pembangunan jembatan tersebut mencapai Rp600 miliar.
Setengah dari anggaran tersebut dianggap tidak cukup relevan ketika sebagian besar direalisasikan hanya untuk pembangunan jembatan. Ia meyakini, bantuan dari pusat hingga skema pembiayaan alternatif dapat menjadi solusi untuk mengakomodir kebutuhan anggaran.
“Ini manfaatnya tentu jangka panjang bagi masyarakat, namun dengan beban APBD Berau saat ini, pastinya ada penyelesaian agar pembangunan jembatan Kelay III bisa terealisasi, apakah tetap dua jalur? Atau jalurnya disederhanakan, itu yang harus dipastikan lagi,” tutupnya.
[MGN | ADV DPRD BERAU]
Related Posts
- Bupati Berau Dukung Evaluasi DPRD terhadap Perusda demi Tingkatkan Kinerja Manajemen
- Di Tengah Penyusutan Dana TKD, Bupati Sri Optimistis Pembangunan di Berau Tetap Berjalan
- DPRD Berau Imbau Warga Waspadai Kejahatan Siber, Jaga Kerahasiaan Dokumen Kependudukan
- DTPHP Rutin Salurkan Bantuan Bibit Ternak dan Jagung, DPRD Minta Pengawasan Berkala
- Sekretaris Komisi I DPRD Berau Soroti Sengketa Tanah Warga, Minta BPN dan Dinas Pertanahan Bertindak









