Daerah

Polisi Ungkap Peredaran Narkoba di Teluk Bayur, Dua Pemuda Ditangkap, Salah Satunya Diduga Anak Anggota DPRD Berau

Kaltim Today
09 Februari 2026 21:15
Polisi Ungkap Peredaran Narkoba di Teluk Bayur, Dua Pemuda Ditangkap, Salah Satunya Diduga Anak Anggota DPRD Berau
Barang bukti sabu siap edar yang disita petugas. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Berau - Belum lama ini, Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Berau mengungkap peredaran sabu-sabu di Kelurahan Teluk Bayur pada, Rabu (4/2/2026). Dari hasil pengungkapan itu, petugas meringkus dua orang pemuda.

Kedua tersangka masing-masing berinisial PR dan NTS. Berdasarkan informasi yang beredar, salah satu dari mereka disebut merupakan anak anggota DPRD Berau.

Dikonfirmasi terkait kebenaran kabar itu, Senin (9/2/2026), Kasat Resnarkoba, AKP Agus Priyanto mengaku, tidak mengetahui secara pasti detail dari silsilah para pelaku.

“Kalau soal itu, kami tidak tahu," katanya singkat.

Namun yang pasti, ia menegaskan, tidak pandang bulu untuk memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Berau. Termasuk jika itu, keluarga pejabat publik sekalipun.

"Kami berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkoba di Bumi Batiwakkal,” tegasnya.

Berdasarkan kronologis penangkapan, ia menjelaskan, perkara tersebut awal mulanya berasal dari laporan masyarakat terkait aktivitas dugaan peredaran sabu di wilayah Teluk Bayur.

Berbekal informasi itu, petugas bergerak cepat ke TKP guna melakukan penyelidikan di lapangan. Setelah dilakukan pemantauan dan pendalaman informasi, sekitar pukul 17.00 Wita polisi berhasil mengamankan dua orang laki-laki berikut barang bukti sabu-sabu. 

“Dari tangan tersangka PR, kami mengamankan 21 poket kecil sabu dengan berat bruto total 5,82 gram, timbangan digital, plastik klip, sendok sabu, serta beberapa barang lainnya, dari pelaku NTS petugas menyita satu unit mobil dan telepon genggam,” katanya.

Tak lagi dapat mengelak, komplotan itu langsung dibawa ke Polres Berau untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

“Kedua pelaku saat ini telah kami tahan di Polres Berau. Untuk proses penyidikan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Atas perbuatan tersebut, baik PR maupun NTS dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana.

"Dengan ancaman pidana penjara minimal 20 tahun hingga seumur hidup," pungkasnya.

[MGN | RWT]  



Berita Lainnya