Daerah

Terbagi jadi 3 Kloter, 268 Calon Jamaah Haji Asal Kukar Siap Menuju ke Tanah Suci

Supri Yadha — Kaltim Today 05 Mei 2026 18:35
Terbagi jadi 3 Kloter, 268 Calon Jamaah Haji Asal Kukar Siap Menuju ke Tanah Suci
Calhaj asal Kukar yang diberangkatkan menuju tanah suci. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Sebanyak 268 jamaah calon haji (Calhaj) asal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dipastikan siap menjalankan rukun Islam kelima di Tanah Suci Mekah pada tahun 1447 H / 2026 M. Para jamaah ini telah melewati serangkaian persiapan matang sebelum diberangkatkan secara bertahap.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) seksi Haji dan Umrah Kukar, Norjali, menjelaskan bahwa ratusan jamaah tersebut dibagi ke dalam tiga kelompok terbang (kloter), yaitu Kloter 2, Kloter 6, dan Kloter 15. 

“Kemarin sudah berangkat kloter 2 dan 6 dengan total jamaah sebanyak 156 orang. Sementara kloter 15 akan berangkat pada 17 Mei mendatang,” kata Norjali saat dihubungi Kaltimtoday.co, Selasa (5/5/2026).

Menanggapi adanya kabar mengenai calhaj di beberapa daerah yang tertunda keberangkatannya akibat masalah kesehatan maupun pencekalan, Norjali memberikan kepastian bahwa kondisi tersebut tidak dialami oleh jamaah asal Kukar.

“Oh tidak ada. Alhamdulillah kita sesuai prosedur, dan mereka semua sesuai dengan istitha’ah (mampu) kesehatannya yang kita berangkatkan,”  tuturnya.

Norjali juga mengingatkan para jamaah untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap prima. Ia menyarankan agar calhaj menghindari aktivitas seremonial, seperti menerima banyak tamu, yang berpotensi menguras energi.

Selain itu, jamaah juga diimbau untuk rutin mengonsumsi vitamin guna menjaga kebugaran, mengingat perjalanan ibadah haji berlangsung cukup panjang, yakni sekitar 40 hari sejak keberangkatan hingga kembali ke daerah asal.

“Keberangkatan mereka hingga balik ke tempat asal itu selama 40 hari,” ucapnya.

Lebih lanjut, Norjali turut mengingatkan bahwa pemerintah Arab Saudi melarang dokumentasi atau mengambil video maupun mengunggahnya ke media sosial.

“Kami mengimbau untuk fokus pada ibadah sehingga tujuan awal mereka yakni menunaikan ibadah haji di tanah suci tercapai, bukan untuk memenuhi kebutuhan sosialita dengan memposting di medsos. Tindakan seperti itu tidak kita bolehkan,” tandasnya

[RWT] 



Berita Lainnya