PEMKAB BERAU

Terkendala Anggaran, Wabup Berau Minta Warga Bersabar Soal Rehab Balai Adat Tumbit Dayak

Kaltim Today
29 Juni 2026 08:46
Terkendala Anggaran, Wabup Berau Minta Warga Bersabar Soal Rehab Balai Adat Tumbit Dayak
Wakil Bupati Berau, Gamalis ketika berdiskusi dengan Kepala Adat Kampung Tumbit Dayak, Muksin. (Miko/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Berau – Pemerintah Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung menginginkan adanya perluasan balai adat. Lantaran dianggap masih kurang representatif untuk menampung audiens dalam jumlah besar.

Usulan tersebut disampaikan di sela pembukaan Festival Bekudung Betiung baru-baru ini. Kepala Kampung Tumbit Dayak, Ahmad Jamlan, menyampaikan bahwa pembenahan fasilitas tersebut sejatinya telah dijanjikan oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, sejak 2023 namun belum kunjung terealisasi.

“Sampai sekarang itu belum terlaksana, begitu pula dengan pembenahan jalan kampung. Itu yang menjadi usulan kami agar untuk mendukung infrastruktur yang bagus,” katanya.

Jamlan memaklumi kondisi tersebut dipengaruhi oleh banyaknya usulan prioritas lain, termasuk dampak dari efisiensi anggaran saat ini. Kendati demikian, ia menyebut porsi anggaran daerah pada 2023 sebenarnya masih dalam kondisi yang cukup baik.

“Tahun segitu (2023) masih bagus anggaran, tapi belum juga turun, pas sudah masuk efisiensi 2026 ya memang agak kesulitan pemerintah,” ungkapnya.

Saat ini, pihak kampung baru menerima bantuan berupa penimbunan di sekitar balai adat agar lokasi tidak mudah tergenang banjir, serta perbaikan dermaga perahu ketinting.

“Jadi memang yang belum berjalan tinggal pembenahan jalan kampung sepanjang 1 kilometer dan rehab balai adat, kita hanya bisa bersabar saja kalau memang kondisi anggaran saat ini terbatas karena dana kampung pun begitu,” tutur Jamlan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Berau, Gamalis, membenarkan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini sedang mengalami tekanan yang cukup berat. Porsi anggaran untuk tahun depan bahkan diprediksi kian menipis.

Kondisi tersebut mengharuskan pemerintah daerah mengutamakan usulan program yang dianggap berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak. Terlebih, porsi anggaran untuk 2027 mendatang belum bisa diprediksi.

“Kalau memungkinkan kita lakukan, tapi kalau tidak? Maka kita hanya bisa bersabar, karena hari ini kita belum bisa melakukan apa-apa, termasuk yang sifatnya pengembangan pariwisata,” kata Gamalis.

Hanya saja, terkait pengembangan pariwisata. Ia menilai, masih ada lini terkecil yang dapat dikembangkan untuk jangka pendek, seperti sektor ekonomi kreatif melalui Usaha Mikro Kecil Menengah serta berbagai inovasi lainnya.

“Makanya UMKM itu yang saat ini kita andalankan, agar pariwisata dari sektor ekonomi kreatif itu tetap bisa bergerak dengan sejumlah inovasi lainnya,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Yudha Budisantosa, memastikan usulan tersebut tetap ditampung dan dimasukkan ke dalam program kerja instansinya.

Yudha menjelaskan, jika memungkinkan, usulan perluasan ini akan diajukan pada anggaran perubahan. Namun jika tidak terakomodasi, maka akan dialihkan menjadi program kegiatan pada 2027 mendatang.

“Ini kan baru diusulkan (pelebaran balai adat), Insya Allah kita akan tampung. Tapi kebijakan ada di kewenangan kepala daerah dan legislatif, kita hanya mengusulkan saja terkait penambahan anggarannya,” jelasnya.

Jika pembenahan tersebut nantinya disetujui, Yudha menekankan pentingnya persiapan konsep yang matang agar bangunan balai adat yang diperluas tetap mempertahankan gaya dan ciri khas budaya Tumbit Dayak.

“Nanti kita pelajari dulu, kalau memang itu menjadi usulan, maka dapat diajukan permohonan melalui proposal,” tandasnya.

[MGN | ADV PEMKAB BERAU]  



Berita Lainnya