Daerah

Terpisah dari Induk dan Masuk Pekarangan Warga di Kutim, Bayi Orang Utan "Panji" Berusia 15 Bulan Berhasil Dievakuasi

Kaltim Today
14 Februari 2026 10:41
Terpisah dari Induk dan Masuk Pekarangan Warga di Kutim, Bayi Orang Utan "Panji" Berusia 15 Bulan Berhasil Dievakuasi
Petugas BKSDA Kaltim menggendong bayi orangutan jantan bernama Panji yang dievakuasi dari pekarangan warga di Desa Rawa Indah, Bengalon, Jumat (13/2/2026). (Dokumentasi CAN)

KUTAI TIMUR, Kaltimtoday.co - Tim Seksi KSDA Wilayah II Tenggarong bersama Conservation Action Network (CAN) berhasil mengevakuasi seekor anakan orang utan di Desa Rawa Indah, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, Jumat (13/2/2026).

Penyelamatan satwa yang diberi nama Panji ini bermula dari laporan petugas Pemadam Kebakaran Kutai Timur ke Call Center BKSDA Kaltim sehari sebelumnya, Kamis (12/2/2026).

Saat ditemukan oleh tim gabungan dan warga setempat, Panji yang merupakan anakan orang utan jantan berusia sekitar 15 bulan tersebut sedang tertidur di atas tajuk pohon mangga milik warga.

Meskipun masih bayi, Panji menunjukkan perilaku yang cukup agresif saat proses evakuasi berlangsung.

Principal CAN, Linus, menduga bahwa bayi orang utan ini telah terpisah dari induknya sehingga terpaksa masuk ke pekarangan warga untuk mencari makan.

Tim Seksi KSDA Wilayah II Tenggarong dan CAN bersama warga Desa Rawa Indah usai mengevakuasi bayi orangutan berusia 15 bulan yang masuk ke pemukiman.
Tim Seksi KSDA Wilayah II Tenggarong dan CAN bersama warga Desa Rawa Indah usai mengevakuasi bayi orangutan berusia 15 bulan yang masuk ke pemukiman.

“Bayi orang utan ini kemungkinan terpisah dengan ibunya, sehingga berusaha bertahan mencari makan ke pohon buah mangga di pekarangan warga,” ujar Linus.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan temuan satwa liar melalui jalur resmi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Ini pentingnya call center BKSDA. Jika ada kejadian seperti ini, warga dapat segera melapor dan tidak bertindak sendiri, sehingga upaya gerak cepat tim penyelamatan dapat sangat efektif,” tambahnya.

Setelah berhasil dievakuasi, Panji langsung dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam milik CAN untuk menjalani pemeriksaan medis dan penanganan lebih lanjut.

BKSDA Kaltim dan mitra konservasi menyampaikan terima kasih kepada warga dan petugas pemadam yang sigap melaporkan kejadian ini demi menjaga kelestarian satwa liar di habitatnya.

[TOS]



Berita Lainnya