Ekonomi dan Bisnis
Tertekan Pengumuman MSCI, Investor Asing Catat Net Sell Rp 2,92 Triliun di IHSG
JAKARTA, Kaltimtoday.co - Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 2,92 triliun di pasar saham Indonesia pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (16/10/2026).
Aksi jual tersebut terjadi di tengah tekanan hebat terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah pengelola indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan perkembangan terbaru terkait pasar saham Indonesia.
Kepala Ekonom Global Juwai IQI, Shan Saeed, menilai tekanan di pasar saham Indonesia akibat rencana reklasifikasi oleh MSCI merupakan ujian terhadap kredibilitas institusi pasar modal, tetapi tidak menentukan potensi ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
"Guncangan MSCI merupakan ujian terhadap kredibilitas institusi, bukan vonis terhadap potensi ekonomi Indonesia dalam jangka panjang," kata Shan Saeed dalam analisisnya, Jumat (16/10/2026).
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas Digital, penjualan bersih investor asing pada sesi pertama menunjukkan besarnya tekanan jual di pasar saham domestik.
Namun, jika dihitung berdasarkan volume, investor asing justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebanyak 4,15 miliar saham.
Tekanan jual tersebut berlangsung bersamaan dengan kejatuhan IHSG, di mana pada penutupan perdagangan sesi pertama indeks anjlok 10,76 persen atau 630,78 poin ke level 5.233.
Posisi tersebut menjadi level terendah indeks dalam enam tahun terakhir atau sejak November 2020.
Pelemahan IHSG semakin dalam dibandingkan dengan penurunan pada awal perdagangan yang mencapai 8,01 persen.
Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan sempat memberlakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit pada pukul 08.58 WIB menyusul penurunan tajam tersebut.
Nilai transaksi saham di pasar domestik mencapai Rp 17,33 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 38,69 miliar saham, serta frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,35 juta kali.
Tekanan pasar tercermin dari pergerakan saham secara keseluruhan, di mana sebanyak 809 saham terkoreksi, 15 saham menguat, dan tiga saham stagnan.
Seluruh indeks sektoral berakhir di zona merah dengan sektor barang baku mencatat penurunan terdalam sebesar 12,96 persen, disusul sektor energi yang melemah 12,21 persen.
Berdasarkan data Stockbit hingga pukul 10.00 WIB, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) merosot 14,91 persen, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 14,88 persen, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melemah 14,84 persen.
Penurunan tajam juga dialami saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) yang masing-masing terkoreksi 14,81 persen, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melemah 14,79 persen.
Tekanan turut melanda saham berkapitalisasi besar di sektor telekomunikasi dan perbankan, seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang turun 13,45 persen.
Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) anjlok 13,17 persen dan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 10,97 persen.
[TOS]
Related Posts
- IHSG Hari Ini Anjlok Nyaris 2 Persen ke Level 5.873, Rupiah Tembus Rp 18.027
- IHSG Ambles ke Level 5.486 pada Awal Pekan, Analis Peringatkan Risiko Drop ke 4.000
- IHSG Anjlok Tajam Tinggalkan Level 6.000, Analis: Investor Pertanyakan Kredibilitas Kebijakan Ekonomi Indonesia
- Menkeu Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Dekati 6 Persen: 3 Tahun Lagi Kita Kaya Bareng
- Investor Pasar Modal Tembus 26 Juta, BEI Pacu Bursa Karbon hingga Sertifikasi Profesi









