Gaya Hidup
Waspada! Hantavirus Strain Andes Menular Lewat Dua Cara Ini
Kaltimtoday.co - Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan dunia setelah munculnya wabah di sebuah kapal pesiar yang berlayar dari Argentina menuju Eropa. Wabah ini dipicu oleh hantavirus strain Andes, jenis virus yang memiliki kemampuan penularan antarmanusia secara terbatas dan memicu kekhawatiran di sejumlah negara.
Menanggapi fenomena tersebut, Dosen Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi FK-KMK Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Riris Andono Ahmad menjelaskan bahwa strain Andes banyak ditemukan di kawasan Pegunungan Andes, Amerika Selatan. Virus ini dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang berpotensi fatal.
"Penyebab dari hantavirus ini adalah strain Andes yang berasal dari Amerika Selatan. Virus ini mampu menyebabkan sindrom paru-paru sehingga dapat menular antarmanusia," ujarnya di Yogyakarta, Rabu (13/5/2026).
Sebagai informasi, wabah di kapal pesiar tersebut mencatat delapan kasus infeksi, terdiri dari enam kasus terkonfirmasi dan dua kasus suspek. Dari total 147 penumpang dan awak kapal, tiga orang dilaporkan meninggal dunia. Kasus ini melibatkan warga negara dari berbagai negara, termasuk Belanda, Afrika Selatan, Inggris, Jerman, Swiss, dan Argentina.
Dua Mekanisme Penularan Hantavirus
Menurut Riris, penularan hantavirus secara umum dapat terjadi melalui dua mekanisme, yaitu penularan primer dan sekunder:
- Penularan Primer (Zoonosis): Terjadi melalui kontak langsung manusia dengan tikus atau hewan pengerat lainnya, seperti terpapar urine, kotoran, atau akibat gigitan.
- Penularan Sekunder (Antarmanusia): Khusus pada strain Andes, penularan dapat terjadi melalui droplet(percikan cairan tubuh), meskipun memerlukan kondisi tertentu.
"Untuk strain Andes, kumannya bisa ditularkan melalui droplet. Namun, prosesnya tidak semudah Covid-19 karena membutuhkan kontak yang erat dan dalam durasi yang lama," jelas Riris.
Risiko Pandemi Global Masih Rendah
Ia menegaskan bahwa secara umum hantavirus tetap tergolong penyakit zoonosis dengan hewan pengerat sebagai reservoir utama. Penularan antarmanusia pada strain Andes bukanlah mekanisme utama penyebaran virus secara masif.
"Karena menyerang paru-paru yang merupakan organ pernapasan, virus ini bisa menyebar melalui droplet. Tetapi hal itu bukan jalur utama karena butuh kontak erat yang lama," terangnya.
Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melakukan asesmen awal dan menilai risiko terjadinya pandemi global akibat virus ini masih tergolong rendah. Pengendalian di lapangan dapat dilakukan secara efektif melalui isolasi kasus serta pelacakan kontak (contact tracing) secara cepat.
Informasi lain terkait lingkungan bisa kunjungi dlh-hulusungaiselatan.aisyiyahduri.sch.id untuk meningkatkan pemahaman Anda.
Related Posts
- WHO Desak Indonesia Larang Vape dan Segera Terapkan Kemasan Rokok Bergambar
- Panduan Lengkap Memelihara Kucing bagi Pemilik Baru: Tips Perawatan, Kesehatan, dan Solusi Bulu Rontok
- Tips Menjaga Tubuh Saat Sehat dan Pentingnya Konsultasi Medis Primer
- Balinale 2026 Siap Digelar, Hadirkan Enam Film Unggulan dari Hong Kong yang Jadi Sorotan
- Jadwal Bioskop Trans TV 25-31 Mei 2026: Ada Spesial Iduladha The Message hingga Edge of Tomorrow









