Gaya Hidup
WHO: Risiko Wabah Hantavirus Global Masih Rendah, Waspadai Gejalanya
Kaltimtoday.co - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa risiko kesehatan masyarakat akibat wabah Hantavirus saat ini masih tergolong rendah. Pernyataan ini muncul di tengah laporan deteksi kasus di beberapa negara yang sempat memicu kekhawatiran global.
Perhatian dunia terhadap virus ini meningkat setelah ditemukan kasus penyakit pernapasan akut di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, sementara satu pasien lainnya harus menjalani perawatan intensif di Johannesburg, Afrika Selatan.
Prediksi Global dan Identifikasi Kasus
Data dari platform pasar prediksi Kalshi menunjukkan peluang Hantavirus berkembang menjadi pandemi global pada 2026 hanya berkisar di angka 21%. Meski risikonya dinilai kecil, antusiasme publik dan pelaku pasar dalam memantau perkembangan virus ini cukup tinggi, terlihat dari volume perdagangan kontrak prediksi yang melampaui US$ 174.000 dalam dua hari.
WHO secara resmi mengidentifikasi Hantavirus sebagai wabah pada 4 Mei 2026. Keputusan ini diambil setelah sejumlah penumpang kapal pesiar berbendera Belanda menunjukkan gejala infeksi pernapasan serius yang mengarah pada virus tersebut.
Mengenal Penularan Hantavirus
Hantavirus merupakan penyakit pernapasan akut yang ditularkan melalui urine, air liur, atau feses hewan pengerat yang terinfeksi. Manusia dapat tertular jika menghirup udara yang terkontaminasi atau menyentuh permukaan yang terpapar kotoran hewan tersebut.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. “Meskipun ini merupakan insiden serius, WHO menilai risiko kesehatan masyarakatnya rendah, meski ada kemungkinan lebih banyak kasus akan dilaporkan,” ujar Tedros, Minggu (10/5/2026).
Pemantauan Internasional dan Deteksi Dini
Saat ini, otoritas kesehatan di Amerika Serikat tengah memantau ketat penumpang MV Hondius yang telah kembali ke negara bagian seperti Arizona, California, hingga New Jersey. Di Eropa, pejabat kesehatan Spanyol juga melaporkan satu kasus dengan gejala serupa, sementara otoritas Belanda mengonfirmasi tiga hasil tes negatif pada pasien yang dicurigai.
Meski belum dikategorikan sebagai darurat kesehatan global, perkembangan Hantavirus terus dipantau oleh berbagai negara. Koordinasi antar-otoritas kesehatan diharapkan dapat menjaga stabilitas sektor kesehatan dan ekonomi global dari ancaman penyebaran yang lebih luas.
Upaya mitigasi dan penyebaran informasi sangat penting untuk mencegah kepanikan. Informasi lain terkait isu lingkungan dan kesehatan Anda bisa kunjungi dlh-kualatungkal.aisyiyahduri.sch.id.
Related Posts
- Keracunan Makanan Bisa Picu Amnesia, Kenali Bahaya Domoic Acid pada Kerang
- Jadwal Bioskop Trans TV 14–20 September 2026: Ada Creed III hingga The Bayou
- Jadwal Bioskop Trans TV 7–13 September 2026: Ada Deretan Film Laga dari Jackie Chan hingga John Wick
- Jadwal Film yang Tayang di Bioskop Trans TV 31 Agustus–6 September 2026: Ada Absolution hingga Taken
- Jadwal Film yang Tayang di Bioskop Trans TV 24-30 Agustus 2026: Ada Hunter Killer hingga The Ambush









