Nasional

14 Zona Megathrust Terbaru di Indonesia, Ini Wilayah Rawan Gempa dan Tsunami yang Perlu Diwaspadai

Network — Kaltim Today 03 Februari 2026 16:06
14 Zona Megathrust Terbaru di Indonesia, Ini Wilayah Rawan Gempa dan Tsunami yang Perlu Diwaspadai
Zona gempa megathrust di Indonesia. (BMKG)

Kaltimtoday.co - Ancaman gempa megathrust masih menjadi risiko besar mengingat aktivitas tektonik di kawasan Indonesia yang sangat tinggi. Sejumlah wilayah kini masuk kategori zona merah gempa dan berpotensi memicu tsunami akibat aktivitas subduksi lempeng yang terus berlangsung.

Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara paling rawan gempa bumi dan tsunami di dunia. Posisi geografis yang berada di jalur Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire menyebabkan aktivitas gempa dan vulkanik kerap terjadi.

Wilayah Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng utama dunia, yaitu Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Pergerakan ketiga lempeng tersebut memicu akumulasi energi di zona subduksi yang sewaktu-waktu dapat dilepaskan dalam bentuk gempa besar hingga tsunami. 

Zona subduksi tersebut membentang dari barat Sumatera, selatan Jawa, hingga wilayah timur Indonesia, sehingga potensi gempa megathrust menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi. 

Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, para ahli mencatat terdapat 14 segmen megathrust aktif di Indonesia. Jumlah ini bertambah dibanding pemetaan tahun 2017 yang mencatat 13 zona.

Pembaruan data tersebut memperlihatkan peningkatan pemahaman ilmiah terhadap sumber gempa di Indonesia sehingga potensi risiko dapat dipetakan lebih akurat untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana nasional.

Pakar struktur tahan gempa dari Universitas Andalas, Prof Fauzan, menyebutkan terdapat dua zona dengan tingkat risiko tertinggi, yakni Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut.

Menurutnya, kedua wilayah tersebut memiliki potensi gempa besar yang dapat memicu tsunami, mengingat akumulasi energi di zona subduksi masih berlangsung.

Peringatan ini disampaikan dalam workshop kebencanaan bertajuk Megathrust Disaster Risk Assessment in Indonesia yang digelar di Padang, Sumatera Barat.

Selain itu, segmen megathrust di selatan Pulau Jawa juga tercatat memiliki potensi gempa besar hingga magnitudo 9,1. Beberapa zona lain seperti Enggano dan Mentawai-Pagai diperkirakan mampu menghasilkan gempa hingga magnitudo 8,9.

Besarnya potensi kekuatan gempa tersebut menunjukkan risiko tinggi bagi wilayah pesisir yang langsung berhadapan dengan zona subduksi aktif.

Daftar 14 Zona Megathrust di Indonesia

Berikut 14 zona megathrust di Indonesia berdasarkan peta terbaru 2024 beserta potensi magnitudo maksimalnya:

1. Aceh-Andaman: M 9,2
2. Nias-Simeulue: M 8,7
3. Batu: M 7,8
4. Mentawai-Siberut: M 8,9
5. Mentawai-Pagai: M 8,9
6. Enggano: M 8,9
7. Jawa: M 9,1
8. Jawa Barat: M 8,9
9. Jawa Timur: M 8,9
10. Sumba: M 8,9
11. Sulawesi Utara: M 8,5
12. Palung Cotabato: M 8,3
13. Filipina Selatan: M 8,2
14. Filipina Tengah: M 8,1

Potensi Gempa dan Tsunami di Jawa Barat

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gempa megathrust di selatan Jawa Barat hingga Selat Sunda. Energi di zona subduksi wilayah ini terus terakumulasi dan berpotensi dilepaskan sewaktu-waktu.

Jika pelepasan energi terjadi, gempa hingga magnitudo 8,7 berpotensi memicu tsunami besar yang berdampak pada sejumlah wilayah pesisir.

Peneliti BRIN Nuraini Rahma Hanifa menjelaskan, jika segmen megathrust di sekitar Pangandaran pecah, gelombang tsunami setinggi sekitar 20 meter dapat terjadi dan menyebar ke wilayah Banten, Lampung, hingga pesisir Jakarta.

Di Banten, tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 4 hingga 8 meter. Sementara wilayah pesisir Lampung yang menghadap Selat Sunda juga berpotensi terdampak langsung.

Adapun wilayah Jakarta diperkirakan tetap menerima dampak tsunami dengan ketinggian sekitar 1 hingga 1,8 meter di pesisir utara.

Waktu kedatangan tsunami juga bervariasi. Di pesisir selatan Jawa, gelombang dapat tiba sekitar 40 menit setelah gempa, bahkan hanya sekitar 18 menit di wilayah Lebak. Sementara di Jakarta Utara, tsunami diprediksi tiba sekitar 2,5 jam setelah gempa.

[RWT] 



Berita Lainnya