Daerah

Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan di Sejumlah Kota Besar

Network — Kaltim Today 20 Juli 2026 11:40
Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan di Sejumlah Kota Besar
Ilustrasi. (Gemini/AI)

Kaltimtoday.co - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan melanda sejumlah kota besar di Indonesia pada Senin (20/7/2026). Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca cepat yang dapat mengganggu aktivitas outdoor serta mobilitas harian.

Prakirawan BMKG, Nurul Izzah Fitria, menjelaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini memicu pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah, baik di kawasan Indonesia bagian barat, tengah, hingga timur.

Medan dan Tanjung Selor Siaga Hujan Sedang

Berdasarkan pantauan radar cuaca, BMKG memprediksi wilayah Indonesia barat perlu memberikan perhatian ekstra, khususnya untuk dua kota yang berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang.

"Untuk bagian barat Indonesia, perlu diwaspadai terdapat potensi hujan sedang di Kota Medan dan juga di Kota Tanjung Selor," ujar Nurul dalam siaran prakiraan cuaca resmi BMKG di Jakarta.

Sementara itu, hujan dengan intensitas ringan diprakirakan akan tersebar merata di belasan kota besar lainnya. Untuk wilayah barat dan tengah, wilayah yang berpotensi diguyur hujan ringan meliputi:

  1. Padang
  2. Jambi
  3. Tanjung Pinang
  4. Bengkulu
  5. Palembang
  6. Serang
  7. DKI Jakarta
  8. Bandung
  9. Yogyakarta

Kondisi serupa juga membayangi kawasan Indonesia timur. BMKG mencatat hujan ringan berpeluang turun di Mamuju, Palu, Manado, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, hingga Merauke.

Potensi Hujan Lokal dan Udara Kabur di Samarinda

Bagi wilayah yang tidak mengalami hujan, BMKG memprakirakan kondisi langit akan didominasi oleh cuaca berawan hingga berawan tebal. Beberapa kota tersebut di antaranya adalah Banda Aceh, Pekanbaru, Semarang, Surabaya, Pontianak, Banjarmasin, Makassar, Denpasar, hingga Ambon.

Meskipun statusnya berawan, Nurul mengingatkan bahwa kondisi ini sewaktu-waktu bisa berubah menjadi hujan lokal apabila terjadi perkembangan awan konvektif yang signifikan.

Selain curah hujan, BMKG memberikan atensi khusus bagi para pengguna jalan dan pelaku sektor transportasi. Terdapat potensi fenomena udara kabur yang diprediksi melanda wilayah Samarinda dan Bandar Lampung. Fenomena ini patut diwaspadai karena dapat mengurangi jarak pandang (visibilitas) berkendara secara mendadak.

BMKG menegaskan bahwa seluruh prakiraan ini merupakan gambaran kondisi atmosfer secara umum yang pergerakannya sangat dinamis. Perubahan cuaca dalam waktu singkat sangat mungkin terjadi.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mengabaikan update cuaca berkala. Informasi terkini dan detail per kecamatan dapat diakses secara langsung melalui aplikasi Info BMKG atau melalui kanal media sosial resmi di @infobmkg. 

[RWT] 



Berita Lainnya