Gaya HidupInternasional

6 Negara dengan Kasus Bunuh Diri Tertinggi di Dunia

World Health Organization (WHO) melaporkan setiap detik terdapat satu orang yang melakukan bunuh diri di seluruh dunia. Angka orang yang kehilangan nyawa akibat bunuh diri bahkan lebih parah dibanding jumlah orang yang terbunuh dalam perang.

Berdasarkan data WHO, angka bunuh diri di dunia hampir mencapai 800.000 jiwa setiap tahun. Bahkan, angka ini belum termasuk kasus yang tidak resmi tercatat.

Baca juga:  Pentingnya Menjaga Keseimbangan Kesehatan Mental dan Fisik di Masa Pandemi

Mirisnya, bunuh diri adalah penyebab kedua kematian di kalangan pemuda yang berusia antara 15 dan 29 tahun, setelah kecelakaan di jalan, dan di kalangan remaja putri yang berusia 15 sampai 19 tahun itu adalah pembunuh terbesar kedua setelah saat kelahiran. Pada remaja lelaki, bunuh diri menempati posisi ketiga setelah kecelakaan di jalan dan kekerasan antar-manusia.

Berikut adalah 6 negara dengan kasus bunuh diri tertinggi di dunia:

1. Lithuania

Siapa sangka bahwa negara dengan jumlah penduduk 2,8 juta jiwa ini merupakan negara dengan indeks angka bunuh diri tertinggi di dunia?

Bahkan, indeks bunuh diri di Lithuania berada jauh di antara negara-negara lainnya di dunia, yaitu sebesar 31.9 per 100.000 populasi.

Saking tingginya angka bunuh diri di Lithuania, negara ini pernah dijuluki sebagai negara paling depresi di dunia. Tingginya angka bunuh diri di negeri ini juga membuat banyak aktivis terlibat kampanye untuk menyuarakan bagi masyarakat Lithuania agar tidak mudah melakukan bunuh diri.

2. Rusia

Rusia. (JuanCamilo/Unsplash.com)

Negara terluas di dunia dengan total wilayah sebesar 17.125.200 km persegi ini merupakan negara yang masuk lima besar dengan angka bunuh diri tertinggi di dunia.

Baca juga:  Teruji, Menelpon Ibu Dapat Atasi Stres dan Tingkatkan Imun

Kasus bunuh diri di negara berpenduduk 146 juta jiwa ini mencapai angka 30 per 100 ribu populasi.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi tingginya kejadian bunuh diri di negeri bekas Uni Soviet ini. Mulai dari depresi, masalah ekonomi, kesenjangan sosial, kriminalitas, dan lain sebagainya.

3. Guyana

Guyana menjadi negara ketiga dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Berbagai macam alasan menjadi faktor masyarakat Guyana lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Beberapa alasan yang sering ditemui adalah depresi, pemerkosaan, kemiskinan, penyakit kronis atau tak dapat disembuhkan, minim keterampilan karena rendahnya pendidikan, pengangguran, serta perang saudara.

Alasan yang paling mengejutkan mengapa tingkat bunuh diri di negara tersebut sangat tinggi adalah karena tindakan sihir. Tindakan sihir tersebut disebutkan sering kali membuat orang melakukan tindakan tak lazim di luar kesadarannya.

Jika di rata-rata, dalam sepuluh tahun terakhir Guyana memiliki angka indeks bunuh diri yang sangat tinggi, bahkan melebihi Korea Selatan dan Jepang.

4. Korea Selatan 

Korea Selatan. (MathewSchwartz/Unsplash.com)

Meskipun menjadi negara maju dan sebagian besar masyarakatnya memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi, Korea Selatan masuk salah satu negara dengan kasus bunuh diri tertinggi di dunia. Pelaku bunuh diri di Korea Selatan umumnya berusia 10 sampai 30 tahun, bahkan banyak dari kalangan selebritis. Dalam beberapa kasus ada pula pelaku bunuh diri yang berusia di atas 60 tahun.

Kebanyakan kasus bunuh diri yang terjadi di Korea Selatan dipengaruhi oleh faktor depresi, baik itu dalam hal pekerjaan, pendidikan, karier maupun keluarga.

Jurnal sains dalam NCBI (National Center of Biotechnology Information) mencatat bahwa, tingkat bunuh diri di negara berpenduduk hampir 52 juta jiwa ini mencapai hampir 26 per 100 ribu populasi pada tahun 2018 silam, dan angka ini bertambah pada tahun berikutnya. Ini menjadikan Korea Selatan sebagai negara lima besar dengan angka bunuh diri tertinggi di dunia.

Baca juga:  Dukungan Moral: Hal Kecil Penuh Arti

5. Jepang

Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada 2016, angka kematian di Jepang adalah 18,5 per 100.000 orang. Angka ini hampir tiga kali lipat dari rata-rata global tahunan, yakni sebesar 10,6 per 100.000 orang.

Bahkan, angka kematian akibat bunuh diri di Jepang selama Oktober 2020 lebih tinggi dibanding total kematian akibat infeksi Covid-19 di negara itu sepanjang pandemi virus corona.

Mengutip CBS News, 13 November 2020, sepanjang tahun 2020, jumlah kasus kematian akibat bunuh diri di Jepang sudah melebihi angka 17.000 kasus. Terjadi peningkatan sebanyak 600 kasus dari tahun sebelumnya. Dari total itu, sepertiga di antaranya adalah kaum perempuan.

6. Nepal

Nepal. (Binaya/Unsplash.com)

Dilanda gemba bumi yang sangat besar pada 2015, menjadikan negara yang tak memiliki hari kemerdekaan ini sebagai salah satu negara dengan kasus bunuh diri tertinggi di dunia. Mengapa? Hal ini disebabkan karena pasca bencana alam dahsyat tersebut membuat seluruh negara hancur hingga menyebabkan banyak penduduk kehilangan rumah hingga pekerjaannya. Selain itu, banyak orang tidak bisa melanjutkan hidup dengan baik. Sehingga banyak dari mereka yang memilih mengakhiri hidup dengan cepat.

Itulah 6 negara dengan angka bunuh diri tertinggi di dunia. Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Menurut data dari WHO, angka kematian kejadian bunuh diri di Indonesia (berbagai umur) tahun 2016 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2000. Per 100 ribu populasi, pada tahun 2000 angka kematian bunuh diri adalah 3,9. Pada tahun 2005 turun menjadi 3,8, lalu tahun 2010 menjadi 3,6, dan tahun 2015 turun lagi menjadi 3,4 hingga tahun 2016 bertahan di angka yang sama.

Baca juga:  Cara Dapat Diskon 50-100 Persen dari PLN 2021 untuk Pelanggan Pascabayar dan Prabayar

Bila dilihat dari data WHO tersebut, tingkat bunuh diri di Indonesia tidak terlalu parah dibanding negara-negara lain. Namun, fenomena bunuh diri bukanlah sesuatu yang bisa diungkap dengan mudah. Masalah itu lebih banyak berada di sudut gelap aib keluarga, tak boleh kelihatan, luput dari jangkauan survei.

Mendapatkan bantuan profesional dengan segera bisa menjadi langkah yang penting dalam mencegah bunuh diri. Hilangkan stigma seputar bunuh diri dan beri semangat orang-orang yang sedang berjuang dengan tekanan emosional untuk mendapatkan bantuan profesional.

[RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close