Gaya Hidup
7 Manfaat Jalan Kaki Tanpa Alas Kaki untuk Kesehatan Tubuh
Kaltimtoday.co - Pernahkah Anda mencoba berjalan kaki tanpa alas kaki di atas tanah atau rumput? Bagi yang belum terbiasa, permukaan yang kasar mungkin akan terasa kurang nyaman pada awalnya. Namun, jika rutin dilakukan, aktivitas sederhana ini memberikan sensasi menyegarkan yang berbeda bagi tubuh.
Berjalan kaki tanpa alas kaki di luar ruangan sering kali dikenal dalam dunia medis dengan istilah grounding atau earthing. Kebiasaan ini bukan sekadar tren untuk terhubung kembali dengan alam, melainkan sebuah stimulasi fisik yang menyimpan segudang dampak positif bagi kebugaran, mulai dari memperkuat otot hingga menekan risiko penyakit jantung.
1. Memperkuat Otot Kaki dan Tungkai
Melansir laporan GoodRx, sejumlah penelitian membuktikan bahwa kebiasaan berjalan tanpa alas kaki yang diterapkan sejak masa kanak-kanak membantu membentuk struktur kaki yang lebih kuat dan mencegah risiko kelainan bentuk jari. Anak-anak yang sering bertelanjang kaki juga cenderung memiliki lengkungan kaki (arch) yang berkembang lebih sempurna dibandingkan mereka yang selalu mengenakan sepatu.
Seiring bertambahnya usia, otot-otot manusia secara alami akan melemah dan meningkatkan risiko terjatuh. Untuk mengantisipasinya, Anda bisa melatih kekuatan otot kaki dan tungkai dengan aktivitas ini. Sebuah studi pada tahun 2021 menunjukkan bahwa orang yang rutin berjalan tanpa alas kaki selama enam bulan mengalami peningkatan kekuatan kaki yang signifikan, yakni mencapai 57 persen.
2. Meningkatkan Mekanika dan Rentang Gerak Pergelangan Kaki
Berjalan tanpa menggunakan sepatu memberikan kebebasan penuh bagi kaki untuk bergerak secara natural. Hal ini secara otomatis memperbaiki mekanika dan fleksibilitas struktur kaki.
Riset menunjukkan bahwa aktivitas ini mengubah gaya berjalan menjadi lebih efisien. Orang yang terbiasa bertelanjang kaki cenderung memiliki langkah yang lebih pendek dan lebih fleksibel dalam menekuk lutut saat melangkah. Pola pergerakan alami ini sangat bermanfaat dalam mengurangi tekanan berlebih ketika telapak kaki menghantam permukaan tanah.
3. Memperbaiki Keseimbangan dan Postur Tubuh
Berjalan kaki tanpa alas kaki efektif mengaktifkan otot-otot kecil dan jaringan saraf di area kaki yang berfungsi mengontrol keseimbangan serta postur tubuh. Ketika stabilitas tubuh terkontrol dengan baik, postur tubuh pun akan terjaga tetap tegap. Bagi kelompok usia dewasa dan lansia, menjaga keseimbangan tubuh sangat krusial guna meminimalkan risiko cedera akibat tersandung atau terjatuh.
4. Membantu Mengurangi Stres
Berjalan kaki tanpa alas kaki di pagi hari, terutama di area terbuka, ampuh mereduksi tingkat stres. Kontak kulit langsung dengan permukaan bumi saat melakukan grounding diyakini mampu menyalurkan energi alami ke dalam tubuh. Sebuah studi skala kecil menemukan bahwa aktivitas ini efektif meningkatkan suasana hati (mood) menjadi lebih positif, mengurangi rasa sakit, meredakan peradangan, hingga membantu mempercepat proses penyembuhan luka fisik.
5. Menurunkan Peradangan di Dalam Tubuh
Peradangan kronis merupakan akar dari berbagai penyakit berbahaya. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Environmental and Public Health (2012), bertelanjang kaki di atas permukaan alam terbukti membantu menurunkan indikator peradangan di dalam tubuh sekaligus memangkas berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular.
6. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Sebuah studi dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine menemukan korelasi kuat antara aktivitas grounding di luar ruangan dengan penurunan risiko penyakit jantung. Para peneliti menjelaskan bahwa berjalan tanpa alas kaki dapat mengurangi tingkat viskositas (pengentalan) dan penggumpalan sel darah merah. Perlu diketahui, pengentalan darah merupakan salah satu faktor pemicu utama munculnya penyakit kardiovaskular.
7. Memperlancar Sirkulasi Darah
Ketika berjalan tanpa pelindung kaki, otot-otot tambahan pada kaki dan tungkai akan bekerja lebih aktif untuk menjaga keseimbangan. Aktivitas motorik yang intens ini mengirimkan sinyal positif ke otak dan menstimulasi pembuluh darah. Mekanismenya serupa dengan saat Anda melakukan olahraga berat, di mana sirkulasi dan aliran darah ke seluruh area ekstremitas bawah (kaki) akan meningkat secara drastis.
Informasi lain terkait lingkungan bisa kunjungi dlh-murungraya.aisyiyahduri.sch.id untuk meningkatkan pemahaman Anda.
Related Posts
- Jadwal Bioskop Trans TV 25-31 Mei 2026: Ada Spesial Iduladha The Message hingga Edge of Tomorrow
- Diduga Distorsi Sejarah, Petisi Boikot Drakor Perfect Crown yang Dibintangi IU dan Byeon Woo Seok Tembus Puluhan Ribu
- Soroti Pelarangan Film Pesta Babi, Amnesty International Indonesia Sebut Bentuk Pembungkaman Kritik Papua
- Rekomendasi Drakor dengan Karakter Cowok Green Flag yang Sukses Sembuhkan Trauma
- 5 Makanan yang Perlu Dikonsumsi untuk Mencegah Kolesterol Tinggi









