Samarinda

Andi Harun Sambangi Polresta Samarinda, Bawa Petunjuk Baru Terkait Video Hoaks di Medsos

Kaltimtoday.co, Samarinda – 1 bulan menuju Pilkada serentak 9 Desember 2020, pasangan calon (paslon) di Samarinda tengah disibukkan dengan kegiatan kampanye. Namun bagi calon wali kota Samarinda nomor urut 2, Andi Harun juga harus menghadapi persoalan berita hoaks yang mencatut namanya. Berita tersebut dikemas dalam sebuah video berdurasi 2 menit 28 detik.

Isi video tersebut menggambarkan seseorang dengan inisial AH yang menjadi tersangka tindak pidana korupsi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim pada 2006 lalu. Tim kuasa hukum Andi Harun telah menegaskan bahwa AH yang ada di video bukanlah Andi Harun. Sebab, selama ini Andi Harun memang familiar dengan inisial AH di Kota Tepian hingga Kaltim.

Baca juga:  Sosialisasikan Pilkada Lewat Seni, KPU Samarinda akan Gelar Mural Competition

Sebelumnya pada Senin (2/11/2020), laporan telah dikuasakan ke koordinator kuasa hukum Andi Harun yakni Andi Asran Siri dan Riki Irvandi. Atas kejadian ini, ada dugaan pencemaran nama baik terhadap Andi Harun.

Ketika ditemui awak media, Andi Harun menyampaikan bahwa dirinya tengah menindak lanjuti laporan dari kuasa hukum terhadap dugaan tindak pidana pencemaran nama baik. Andi Harun tak tinggal diam dengan kejadian ini. Awalnya, dia menganggap ini merupakan hal biasa yang kerap mewarnai dunia politik. Namun ketika tempo hari sang anak bertanya padanya apakah dia memang pernah menjadi tersangka kasus korupsi, Andi Harun tak dapat memungkiri bahwa pertanyaan tersebut justru menjadi pukulan baginya.

Oleh sebab itu, Andi Harun menegaskan kepada siapapun pelaku atau dalang di balik munculnya video hoaks tersebut bahwa pelaku tak hanya menyerang dirinya secara personal. Namun telah menyerang dan menistakan istri dan anak-anaknya.

“Hari ini saya di-BAP oleh penyidik dan saya sudah memberi semua keterangan yang diperlukan terhadap proses penyelidikan maupun penyidikan terkait laporan perkara ini,” ungkap Andi Harun saat ditemui awak media pada Jumat (13/11/2020).

Andi Harun juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada pihak Polresta Samarinda, khususnya tim penyidik yang bekerja secara profesional. Disampaikan Andi Harun, pihaknya telah menemukan tambahan petunjuk terhadap dugaan ini. Dia berharap, tambahan petunjuk itu bisa membuat seluruh proses perkara bisa selesai lebih cepat.

“Demi penyelidikan dan penyidikan, kami tidak bisa membocorkan karena banyak hal bisa terjadi spekulasi, bisa menghilangkan barang bukti, atau mengganggu proses yang sedang dilaksanakan,” lanjutnya.

Sampai saat ini, Andi Harun beserta tim kuasa hukumnya tetap bergerak secara progresif dengan penyidik untuk saling melengkapi. Andi Harun menyampaikan bahwa, pihaknya sangat optimistis karena dalam waktu dekat ini, pelaku sudah bisa diringkus dan diketahui. Agar pelaku bisa mendapatkan efek jera. Andi Harun juga tak ingin pelaku melakukan hal serupa lagi kepada orang lain, apalagi berujung pada fitnah.

Baca juga:  Samarinda Jadi Satu-satunya Kota di Kaltim yang Raih 4 Penghargaan STBM dari Kementerian Kesehatan RI

Terlebih lagi dengan tambahan petunjuk yang dia bawa berpotensi sebagai alat bukti, sekaligus ada penambahan 2 orang saksi. Ditegaskan olehnya, semua proses akan diserahkan kepada penyidik. Terkait petunjuk baru yang disebutkan Andi Harun itu, dia dapatkan ketika dirinya menyambangi Jakarta beberapa waktu lalu.

“Saya tidak ingin masuk ke sana. Yang jelas, baik menyangkut tentang dugaan pelaku, saksi, dan terutama prosesnya kita serahkan ke pihak kepolisian,” pungkasnya.

[YMD | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close