HeadlineKaltim

Anggota DPD RI Aji Mawar Sayangkan Kriminalisasi Kritik BEM KM Unmul ke Wapres Ma’ruf Amin

Kaltimtoday.co, Samarinda – Anggota DPD RI Aji Mirni Mawarni menyayangkan upaya kriminalisasi mahasiswa yang mengkritik kinerja pemerintah. Hal itu disampaikan Aji Mawar untuk menyikapi panggilan kepolisian atas kritik BEM KM Unmul ke Wapres Ma’ruf Amin yang menyebutnya sebagai “Patung Istana Merdeka”. 

Aji Mawar mengatakan, kritik BEM KM Unmul kepada Ma’ruf Amin merupakan hal yang biasa. Apalagi jika dilakukan aktivis mahasiswa yang terbiasa menyampaikan kritik dengan bahasa lantang dan keras. 

Baca juga:  Kaltim Juara Umum, FORMI Sebut Samarinda Sukses Tuan Rumah

Penyampaian kritik dengan kata-kata lantang dan keras, juga sudah biasa dilakukan mahasiswa dari kampus-kampus di Pulau Jawa dan Sulawesi. Semestinya, kritik-kritik seperti itu tidak perlu sampai dilaporkan ke polisi. 

“Kritik dengan bahasa dan orasi keras dari mahasiswa itu biasa saja. Harus dipahami supaya menarik perhatian dan mereka didengar. Kalau enggak keras bukan kritik mahasiswa namanya,” kata Aji Mawar. 

Baca juga:  Kejanggalan Penjemputan 3 Aktivis Diduga Covid-19 dan Jawaban Dinkes Samarinda

Kritik BEM KM Unmul yang menyebut Wapres Ma’ruf Amin sebagai “Patung Istana Merdeka” saat melawat ke Samarinda, disebutkan Aji Mawar, harus dimaknai secara objektif. Kritik itu disampaikan atas posisi Ma’ruf Amin sebagai wapres. Pejabat negara yang dipilih rakyat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat. Bukan sebagai pribadi.

Sehingga, kata dia, tidak tepat jika kritik mahasiswa itu dinilai tidak sopan dan tidak beradab. Apalagi selama berinteraksi dengan mahasiswa di BEM KM Unmul merupakan orang-orang yang paham adap sopan santun. 

Baca juga:  Isran Noor Minta Perbankan Bantu UMKM yang Terdampak Covid-19

“Lebih tidak beradab mana, yang membiarkan kesengsaraan rakyat dibiarkan? Justru lebih tidak beradab ketika ketikdadilan dibiarkan. Mahasiswa ini hanya berbicara supaya didengar. Kalau suaranya lembut, sopan, enggak akan didengar,” tegasnya. 

Senator kelahiran Samarinda itu mengajak, masyarakat untuk mendiskusikan kritik yang disampaikan BEM KM Unmul. Hal itu penting supaya masyarakat bisa paham alasan kritik yang disampaikan mahasiswa. 

Baca juga:  Siti Qomariah-Ansharullah Gugur, Calon Independen di Samarinda Sisa Dua Pasang

“Ini akan saya suarakan di Senayan, supaya jangan kalau ada kritik justru dikriminalisasi. Setiap ada kritik, mestinya pemerintah memperbaiki. Saya juga kalau ada salah silakah kritik. Saya perbaiki. Tidak perlu marah,” pungkasnya. 

[TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close