Daerah

Atasi Masalah Air di Tenggarong, Bupati Kukar Tingkatkan Kapasitas Intake Bekotok Jadi 250 Liter Per Detik

Supri Yadha — Kaltim Today 28 April 2026 20:55
Atasi Masalah Air di Tenggarong, Bupati Kukar Tingkatkan Kapasitas Intake Bekotok Jadi 250 Liter Per Detik
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) saat meninjau langsung kesiapan lahan pembangunan Intake Bekotok di Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong.

KUKAR, Kaltimtoday.co - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berencana meningkatkan kapasitas Intake Bekotok di Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, guna memperluas akses air bersih bagi masyarakat. Kapasitas produksi yang semula hanya 75 liter per detik akan ditingkatkan signifikan menjadi 250 liter per detik.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, meninjau langsung lokasi rencana peningkatan tersebut pada Selasa (28/4/2026). Ia menjelaskan bahwa proyek ini dijalankan melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga, di mana pemerintah daerah melalui PDAM akan membeli air bersih yang telah diolah oleh mitra.

Meski menggunakan skema kerja sama dengan pihak swasta, Aulia memberikan jaminan bahwa kebijakan ini tidak akan berdampak pada beban biaya pelanggan. Ia memastikan harga air bersih yang dijual ke masyarakat tetap stabil.

“Kami menjamin bahwa dengan skema baru ini kita tidak menaikkan tarif dari harga air bersih yang dijual oleh PDAM kepada masyarakat,” tegas Aulia Rahman Basri.

Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat menyelesaikan persoalan tekanan air yang sering dikeluhkan pelanggan serta meningkatkan standar kualitas air. Kapasitas yang jauh lebih besar diprediksi akan membuat distribusi air ke rumah tangga menjadi lebih deras dan jernih.

Pemilihan lokasi Bekotok sebagai proyek percontohan kerja sama didasari oleh tingkat kompleksitas pengolahan air di wilayah tersebut. Jika uji coba ini berhasil dan kebutuhan air di Tenggarong masih belum terpenuhi, skema serupa akan diterapkan di Intake Sukarame dan Bukit Biru.

“Harapan kita nanti, baik Sukarame maupun Bukit Biru ketika nanti kebutuhan dari Bekotok tidak memenuhi kebutuhan air bersih di Tenggarong, maka yang lain juga coba nanti kita akan kerjasamakan,” tambahnya.

Saat ini, seluruh tahapan administrasi dan proses lelang proyek dilaporkan telah rampung. Pemerintah kini fokus memastikan ketersediaan lahan agar tahap konstruksi fisik dapat segera dilaksanakan tanpa kendala teknis di lapangan.

Bupati Aulia menargetkan pembangunan fisik Intake Bekotok dapat terlihat progresnya dalam waktu dekat. Ia berharap fasilitas baru ini sudah mulai terbangun sebelum akhir tahun 2026 agar manfaatnya segera dirasakan oleh warga Tenggarong.

[TOS]



Berita Lainnya