Daerah

Bajaj Beraktivitas di Tenggarong, Dishub Kukar Pastikan Belum Kantongi Izin

Supri Yadha — Kaltim Today 08 April 2026 22:14
Bajaj Beraktivitas di Tenggarong, Dishub Kukar Pastikan Belum Kantongi Izin
Bajaj beraktivitas di Tenggarong. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Kemunculan angkutan roda tiga jenis bajaj di jalanan Tenggarong mulai menyita perhatian. Di tengah aktivitasnya yang kian terlihat, Dinas Perhubungan Kutai Kartanegara (Dishub Kukar) memastikan kendaraan tersebut belum mengantongi izin resmi untuk beroperasi.

Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi mengungkapkan, hingga kini belum ada pengajuan izin yang masuk ke instansinya. Artinya, kendaraan tersebut belum melalui tahapan administrasi maupun uji kelayakan sebagai angkutan umum.

“Belum ada permohonan izin ataupun pengajuan resmi yang masuk. Artinya, belum ada proses perizinan maupun uji kelayakan kendaraan yang dilakukan,” kata Junaidi.

Sebelumnya, lanjut Junaidi, ia sempat menerima kunjungan dari sebuah perusahaan yang memperkenalkan kendaraan roda tiga tersebut. Dalam pertemuan itu, perusahaan hanya menawarkan konsep kerja sama pengembangan transportasi, tanpa dilanjutkan ke tahap operasional.

“Memang pernah ada yang datang memperkenalkan produk dan menawarkan kerja sama. Tapi itu masih sebatas pengenalan, belum sampai pada tahap operasional,” sambungnya.

Terkait kendaraan yang kini sudah terlihat beroperasi, Dishub Kukar belum dapat memastikan pihak yang menjalankannya. Pasalnya, tidak ada laporan resmi yang masuk sehingga belum diketahui apakah itu inisiatif pribadi atau bagian dari pihak tertentu.

Meski demikian, pemerintah tidak menutup diri terhadap inovasi di sektor transportasi. Namun, setiap layanan tetap harus mematuhi aturan yang berlaku, terutama terkait aspek keselamatan.

“Kami terbuka terhadap inovasi transportasi, tapi tetap harus memenuhi ketentuan, khususnya keamanan dan keselamatan kendaraan serta penumpang,” tuturnya.

Hingga saat ini, Dishub Kukar belum melakukan kajian khusus terkait pengembangan bajaj di Tenggarong. Fokus program masih diarahkan pada penguatan angkutan pedesaan dan perkotaan yang sudah berjalan.

[RWT]



Berita Lainnya