HeadlineSamarinda
Trending

Banjir Lumpuhkan Sejumlah Kawasan di Samarinda

Kaltimtoday.co, Samarinda – Ketinggian banjir di Samarinda, Senin (25/5/2020) semakin dalam. Akibatnya, warga yang terdampak mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Kemarin jalanan masih bisa dilalui kendaraan sepeda motor khususnya motor laki tetapi saat ini sudah tidak bisa karena air semakin tinggi, dan kami khawatir ketinggian air makin bertambah, karena cuaca juga terlihat mendung dan bakal turun hujan,” kata Sobirin warga kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu seperti dilansir dari Antara.

Baca juga:  Bahaya Penyebaran Virus Corona Covid-19 Saat Banjir

Sobirin mengaku telah memindahkan sejumlah perabotan dan kendaraannya ke tempat yang lebih aman dari banjir.

Warga mendapat ikan saat situasi banjir. Sumber: Twitter/@Er___Ramadhan

“Untuk perabotan saya pindahkan ke lantai atas, tapi untuk kendaraan sudah saya pindahkan di ruko sekitar Jalan Dr Sutomo,” ujarnya.

Sementara itu, Nurhayati warga lainnya mengaku telah mengungsikan ibu dan anaknya ke tempat saudara yang tidak terdampak banjir.

“Semuanya keluarga sudah mengungsi, paling nanti suami saya yang tinggal di sini untuk mengawasi barang yang masih tersisa di rumah,” katanya.

Pantauan Kaltimtoday.co, akses jalan di beberapa ruas di Samarinda lumpuh. Kendaraan tidak bisa melintas. Jalan dr Sutomo hingga simpang empat Mal Lembuswana sudah ditutup total, karena ketinggian air sudah mencapai 80 centimeter.

Baca juga:  Kenapa Berkumpul di Masjid Dilarang, tapi di Mal dan Bandara Boleh?

Kondisi yang sama juga terjadi di Perumahan Bengkuring, Kelurahan Samarinda Utara, dan Perumahan Griya Mukti, Kelurahan Gunung Lingai dengan ketinggian air mencapai 80-90 centimer.

Warga yang tinggal di perumahan tersebut sudah mulai dievakuasi, khususnya yang sudah tua dan menderita sakit.

Seorang personel TNI membantu mendorong motor warga yang macet akibat banjir. (Ist)

Kepada awak media, Kepala BPBD Samarinda Hendra mengatakan saat ini sudah ada delapan kelurahan yang terdampak banjir yakni Kelurahan Pampang, Kelurahan Lempake, Sempaja Timur, Tanah Merah, Sungai Siring, Sempaja Utara, Sempaja Selatan, dan Sempaja Barat.

“Total ada 74 RT, 1.671 rumah dan 4.076 jiwa yang terdampak banjir tahun ini,” kata Hendra.

Berikut kondisi terakhir banjir di Samarinda, Minggu (24/5/2020), pukul 16.30 Wita:

Kecamatan Samarinda Utara:

A.  Kelurahan Sempaja Timur: Sebanyak 19 RT wilayah RT (1, 2, 9, 20, 21, 22, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40, 44, 45, 46, 50, 51) TMA = 30 cm – 1 meter (kebanyakan warga sudah mengungsi)

B.  Kelurahan Sempaja Selatan: Sebanyak 6 RT ( RT.27,28,32,33,32,1) TMA = 20 – 50 cm (aktifitas tidak lancar )

Baca juga:  Puisi Haru Siswa Pesisir tentang Virus Corona

Kecamatan Sungai Pinang:

A. Kelurahan Gunung Lingai: Sebanyak 5 RT diwilayah RT 1, 3, 6, 7, 8 kondisi air masih tinggi rata-rata TMA= 30-80 cm (aktifitas warga tidak lancar)

B.   Kelurahan Temindung Permai: Sebanyak 31 RT masih terendam air  TMA = 30 – 60 cm (aktifitas warga tidak lancar)

C. Kelurahan Bandara: Sisa 1 RT yang banjir yaitu di wilayah RT 23 rata2 TMA= 50cm (aktifitas warga tidak lancar)

Kecamatan Samarinda Ulu:

Kelurahan Sidodadi: Genangan air di wilayah RT.14 & RT 12 TMA=30 – 50cm (aktifitas warga lancar)

Total banjir di Samarinda sebanyak 6 Kelurahan dari 3 kecamatan.

[TOS]

Facebook Comments

Tags

Related Articles

Back to top button
Close