Daerah
Bank Indonesia Dorong UMKM Halal Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Kaltim
Kaltimtoday.co, Samarinda - Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dinilai menjadi salah satu peluang strategis bagi Kaltim di tengah transformasi daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Namun, penguatan sektor tersebut dinilai masih membutuhkan dukungan serius, terutama dalam pengembangan UMKM halal, akses pembiayaan, hingga literasi keuangan syariah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltim, Jajang Hermawan, mengatakan penguatan ekosistem ekonomi syariah menjadi fokus bersama antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kaltim.
Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah tidak lagi sekadar menjadi alternatif, melainkan mulai diarahkan sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk penguatan UMKM halal dan akses pembiayaan syariah,” ujarnya dalam pembukaan seremoni Kaltim Halal Festival (Kala Fest) 2026 di Islamic Center.
Ia menyebut, Kaltim memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan industri halal di kawasan Kalimantan dan Indonesia Timur, terutama dengan posisi strategis sebagai daerah penyangga IKN.
Program Business Matching serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM) yang dijalankan sejak 2025 juga disebut telah melibatkan lebih dari 1.000 UMKM dan membantu penyaluran pembiayaan produktif.
“Melalui program BIMA ETAM sendiri sudah kita selenggarakan sejak tahun 2025, diikuti oleh lebih dari ribuan UMKM, dan berhasil mendukung penyaluran pembiayaan produktif kepada UMKM,” tegasnya.
Penguatan ekonomi syariah dinilai membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, akademisi, pondok pesantren, hingga komunitas ekonomi syariah agar mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
[RWT]
Related Posts
- Dinkes Kaltim Ungkap Estimasi 21 Ribu Kasus TBC Tahun 2026, Baru Bisa Jangkau 60 Persen
- Pimpinan Badan Gizi Dicopot, JPPI Desak Presiden Prabowo Evaluasi Total Program Makan Gratis
- Tiga Hari Pencarian, Pemuda yang Hanyut di Sungai Melenyu Kutim Ditemukan Tewas
- Penjaringan Calon Rektor Universitas Muhammadiyah Berau Berjalan, Panitia: Wajib Mengacu Regulasi PP Muhammadiyah
- Hari Kedua Pencarian Pemuda Terseret Arus di Sungai Melenyu Kutai Timur Masih Nihil









