Daerah
Belum Lama Diperbaiki, Jalan Yos Sudarso Desa Jembayan Kukar Kembali Retak
Kaltimtoday.co, Tenggarong - Retakan kembali terlihat di Jalan Yos Sudarso, ruas poros Tenggarong-Loa Janan yang berada di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar).
Kondisi ini menjadi alarm baru karena titik kerusakan berada di kawasan yang sebelumnya berulang kali mengalami pergeseran tanah hingga longsor ke Sungai Mahakam.
Kepala Desa Jembayan, Erwin mengatakan, keretakan terbaru diketahui setelah mendapat laporan dari warga. Lokasinya berada di sisi badan jalan yang berbatasan langsung dengan Sungai Mahakam, tepat di titik yang sebelumnya pernah mengalami longsor.
“Itu yang dulu pernah runtuh, ya itu lagi,” kata Erwin, Kamis (13/8/2026).
Menurut Erwin, kerusakan di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Jalan Yos Sudarso setidaknya sudah dua kali mendapatkan penanganan setelah badan jalan terdampak pergeseran tanah.
Riwayat longsor di Margasari bahkan telah terjadi sejak 2019. Pada 29 September tahun tersebut, longsor menyebabkan sedikitnya lima rumah warga di tepian Sungai Mahakam terdampak hingga sebagian ambruk.
Kondisi serupa kembali terjadi pada 10 Agustus 2023. Longsor muncul di sekitar titik yang sama dan menyeret sebuah bengkel motor hingga jatuh ke dasar Sungai Mahakam.
Kerusakan pada badan Jalan Yos Sudarso kemudian turut menjadi perhatian. Pada 2023, sebagian badan jalan amblas dan bergeser ke arah sungai.
Penanganan terakhir baru rampung sekitar Februari 2025 dengan pemasangan turap baja sepanjang kurang lebih 100 meter. Namun, sekitar satu setengah tahun setelah kembali dapat dilalui kendaraan berat, tanda-tanda pergerakan tanah kembali muncul.
Retakan kini terlihat di sisi badan jalan yang mengarah ke sungai. Di bagian lain badan jalan, retakan juga mulai terbentuk. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya pergerakan pada struktur jalan.
Sebagai langkah awal, area yang mengalami keretakan telah diberi garis pengaman. Pembatas tersebut dipasang untuk mengurangi aktivitas warga di sekitar titik yang dinilai berpotensi mengalami amblas.
Pemdes Jembayan tidak dapat menentukan teknis penanganan karena Jalan Yos Sudarso merupakan jalan nasional. Kewenangan penanganannya berada di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
“Tugas kami kan hanya melaporkan saja, kewenangannya ada di Balai,” tuturnya.
Ia berharap kerusakan terbaru tidak hanya ditangani dengan perbaikan permukaan jalan. Menurutnya, kondisi tanah di bawah badan jalan perlu menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan konstruksi yang akan digunakan.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, lapisan tanah di bawah badan jalan dalam kondisi berlumpur dan mudah mengalami penurunan. Situasi tersebut dikhawatirkan semakin berisiko ketika curah hujan meningkat.
“Kalau musim hujan bisa runtuh lagi itu,” kata Erwin.
Karena itu, Pemerintah Desa Jembayan mendorong adanya kajian teknis menyeluruh untuk menentukan penanganan yang lebih permanen. Langkah tersebut dinilai penting agar kerusakan serupa tidak terus berulang setiap kali terjadi pergerakan tanah.
Erwin menyebut jalur alternatif sebenarnya telah tersedia apabila Jalan Yos Sudarso kembali tidak bisa dilintasi. Namun, akses sepanjang sekitar 10 kilometer tersebut belum sepenuhnya siap menjadi jalur pengganti.
Sebagian jalur alternatif telah memiliki badan jalan, sedangkan bagian lainnya masih berupa tanah dan agregat. Kondisi tersebut membuat jalur tersebut belum ideal untuk menggantikan fungsi Jalan Yos Sudarso sebagai akses utama masyarakat.
Bagi Desa Jembayan, kemunculan retakan terbaru menjadi tanda bahwa persoalan di Margasari tidak cukup diselesaikan dengan memperbaiki kerusakan pada permukaan jalan. Posisi jalan yang berada di tepian Sungai Mahakam serta riwayat pergerakan tanah membuat penanganan permanen dinilai semakin mendesak.
“Dibikin yang bagus lah, permanen, supaya tidak terulang lagi,” pungkasnya.
[RWT]
Related Posts
- Jalan Rusak di Kelay Ancam Keselamatan Warga, DPRD Kaltim Minta Penanganan Darurat Segera Dilakukan
- Pemerintah Kucurkan Rp225 Miliar untuk Peningkatan Jalan Kutai Barat–Mahulu
- Jalan Sangatta–Bengalon Rusak Parah, Gubernur Kaltim Ancam Hentikan Aktivitas KPC Jika Tak Segera Perbaiki
- Kerusakan Jalan di Samarinda Masalah Sistemik, Akademisi Ungkap Masalah Keterbatasan Anggaran
- Gubernur Kaltim Tinjau Proyek Jalan Kutim–Berau, Dorong Konektivitas dan Akses Ekonomi Wilayah Utara









