Olahraga

Kontingen IODI Kaltim Borong 10 Medali di Kejurnas Dancesport XVI 2026

Claudius Vico Harijono — Kaltim Today 16 Agustus 2026 22:11
Kontingen IODI Kaltim Borong 10 Medali di Kejurnas Dancesport XVI 2026
Kontingen IODI Kaltim berlaga pada Kejurnas IODI XVI di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

JAKARTA, Kaltimtoday.co - Kontingen Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Kalimantan Timur berhasil membawa pulang 10 medali dari ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) IODI XVI 2026. Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung di Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Dalam ajang tersebut, kontingen Kaltim mengumpulkan empat medali emas, satu perak, dan lima perunggu. Capaian ini diraih oleh 33 anggota kontingen yang terdiri atas atlet, pelatih, serta ofisial.

Sekretaris IODI Kaltim yang juga Wakil Ketua KONI Kaltim, Roni Andi Pangajoang, menyambut baik hasil positif yang ditorehkan para atlet dancesport Bumi Etam.

"Alhamdulillah, kontingen Kaltim berhasil menunjukkan prestasi membanggakan," kata Roni, Minggu (16/8/2026).

Empat medali emas Kaltim masing-masing dipersembahkan oleh pasangan Leo G. Fredy dan Alya Devi Kamila pada nomor Rising Star, serta Jumawan dan Dewi Indah Rahmadani di nomor Beginner. Emas berikutnya diraih Nabila Gadistia dan Jacelin, serta pasangan Reyvan Maicael Iroth dan Anastasya Jolie pada nomor Free M L.

Satu medali perak diraih oleh Nazwa Kirey Sakura yang turun pada nomor Linedance.

Sementara itu, lima medali perunggu disumbangkan oleh Jumawan dan Dewi Rahmadani dari nomor Beginner Waltz, Beginner Quickstep, dan Beginner Tango. Dua perunggu lainnya diamankan Leo G. Freddy dan Alya Devi Kamila di nomor Amateur Standard, serta pasangan Reyvan Maicael Iroth dan Anastasya Jolie di nomor Pre Amateur.

Kejurnas IODI XVI 2026 memperlombakan beragam kategori cabang olahraga dancesport. Kategori tersebut meliputi Ballroom, Latin American, Breaking atau B-Boy/B-Girl, Hip Hop, hingga Traditional Dance.

Roni menyampaikan bahwa hasil kejuaraan ini menjadi modal berharga sekaligus bahan evaluasi bagi pembinaan atlet dancesport Kaltim ke depan. Ajang ini menjadi pemanasan menuju Babak Kualifikasi (BK) PON hingga pelaksanaan PON NTB-NTT 2028.

"Ini merupakan langkah awal untuk mengevaluasi prestasi yang nantinya akan dipersiapkan menuju BK PON dan PON NTB-NTT 2028 nanti," ujar Roni.

Roni menegaskan jajaran pengurus dan atlet tidak ingin berpuas diri dengan perolehan medali di Jakarta. Peningkatan kualitas latihan akan terus dipacu guna menghadapi persaingan yang lebih ketat pada kejuaraan mendatang.

"Kami juga tak akan terlena dengan hasil ini, karena kami yakin mempertahankan lebih sulit daripada merebut," tuturnya.

Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Provinsi Kaltim, KONI Kaltim, serta masyarakat terhadap kontingen dancesport. Dukungan tersebut dinilai krusial untuk menjaga konsistensi prestasi daerah di tengah berbagai tantangan pembinaan.

"Di tengah badai efisiensi, kami dituntut tetap harus berprestasi untuk Kalimantan Timur," pungkas Roni.

[TOS]



Berita Lainnya