PEMKAB BERAU

Puluhan Tahun Bertaruh di Jembatan Kayu, Warga Labanan Makmur Kini Punya Jembatan Baru

Kaltim Today
13 Agustus 2026 18:40
Puluhan Tahun Bertaruh di Jembatan Kayu, Warga Labanan Makmur Kini Punya Jembatan Baru
Ketika Bupati Berau Sri Juniarsih Mas meninjau Jembatan Armco yang dibangun jajaran Kodim 0902/Bru. (Miko/kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Berau - Selama puluhan tahun, jembatan kayu menjadi satu-satunya pilihan bagi warga Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur, untuk melintasi jalur yang menghubungkan aktivitas sehari-hari.

Kondisinya tak lagi ideal. Jembatan hanya cukup dilalui sepeda motor, sementara kendaraan roda empat harus mengambil jalur memutar dengan waktu tempuh lebih panjang. Bagi petani, kondisi itu juga menjadi persoalan ketika harus membawa hasil panen.

Kini, wajah akses tersebut berubah. Jajaran Kodim 0902/Berau membangun jembatan Armco yang diberi nama Jembatan Perintis Garuda. Kehadiran jembatan baru itu menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun bergantung pada akses lama.

Peresmian jembatan dilakukan serentak dengan pembangunan infrastruktur serupa di berbagai daerah di Indonesia, Kamis (13/8/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) Presiden Prabowo Subianto melalui Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Tak hanya jembatan, program tersebut juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat melalui pembangunan sarana air bersih, terutama di kampung-kampung yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih.

Dandim 0902 Berau, Letkol Inf. Muhammad Faisal Idris, mengatakan terdapat enam titik pembangunan di wilayah Bumi Batiwakkal.

Selain Labanan Makmur, pembangunan dilakukan di Kecamatan Segah dan Batu Putih masing-masing dua titik, serta satu titik lainnya di Kecamatan Sambaliung.

“Satu lagi di wilayah Kecamatan Sambaliung, yang tujuannya agar mempermudah akses masyarakat yang selama ini terkendala akses yang memadai,” ujarnya. 

Khusus di Labanan Makmur, kata Faisal, kondisi jembatan lama menjadi salah satu alasan pembangunan infrastruktur baru tersebut. Selama bertahun-tahun, masyarakat harus melewati jembatan kayu yang hanya dapat dilintasi sepeda motor. 

Sementara kendaraan lain harus memutar melalui jalur alternatif yang membutuhkan waktu lebih lama. Berdasarkan laporan Babinsa setempat, kondisi tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun.

“Kondisi tersebut berlangsung sudah puluhan tahun, sekarang masyarakat tidak lagi cemas karena akses yang ada kini bisa lebih aman dan nyaman, serta menghemat waktu,” jelasnya.

Bagi pemerintah daerah, pembangunan tersebut menjadi contoh bagaimana kolaborasi dapat menghadirkan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengapresiasi pembangunan yang dilakukan jajaran TNI tersebut.

Menurutnya, kolaborasi semacam ini membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan fisik, khususnya di wilayah yang selama ini belum banyak tersentuh infrastruktur.

“Kami berharap infrastruktur yang ada saat ini bisa menjadi warisan yang diciptakan oleh lembaga TNI untuk masyarakat kampung yang selama ini memang terkendala akses,” ujarnya.

Manfaat jembatan baru itu pun langsung dirasakan warga. Sutrisno, salah seorang warga Labanan Makmur, mengatakan jembatan kayu yang sebelumnya digunakan kondisinya sudah lapuk dan rawan rusak, terutama ketika dilintasi kendaraan dengan muatan berat.

Padahal, jalur tersebut bukan sekadar penghubung antarwilayah. Para petani juga mengandalkannya untuk membawa hasil panen.

“Alhamdulillah kini kami sudah bisa menikmati akses yang lebih baik daripada sebelumnya,” ujar Sutrisno.

Jembatan Perintis Garuda kini bukan hanya menjadi infrastruktur baru di Labanan Makmur. Bagi warga, keberadaannya menjadi tanda bahwa perjalanan panjang melewati akses yang serba terbatas perlahan mulai ditinggalkan.

[MGN | ADV PEMKAB BERAU]  



Berita Lainnya