Nasional

Gandeng Google, Local Media Community Perkuat Keberlanjutan Ratusan Media Daerah

Kaltim Today
16 Agustus 2026 22:02
Gandeng Google, Local Media Community Perkuat Keberlanjutan Ratusan Media Daerah
Local Media Community bersama Google menggelar diskusi keberlanjutan media di tiga kota Indonesia.

JAKARTA, Kaltimtoday.co - Komunitas media lokal se-Indonesia, Local Media Community (LMC), menggandeng Google menggelar rangkaian diskusi bertajuk "Keberlanjutan Media dan Ekosistem" di Pekanbaru, Makassar, dan Surabaya pada 10–13 Agustus 2026. Agenda ini melibatkan perwakilan manajemen media dari 13 provinsi guna memperkuat daya tahan bisnis pers daerah.

Pertemuan tersebut menghadirkan pemilik media, pimpinan redaksi, pengurus organisasi media siber, serta pimpinan asosiasi jurnalis. Forum ini membedah strategi pertumbuhan pembaca, diversifikasi pendapatan, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang bertanggung jawab untuk jurnalisme.

Keterlibatan Google dalam forum ini menjadi kelanjutan komitmen perusahaan teknologi tersebut dalam mendukung keberlanjutan pers di tengah perubahan perilaku audiens. Dalam acara di tiga kota itu, Google diwakili Head of News Partnerships Southeast Asia Adeel Farhan dan News Partner Manager Indonesia, Filipina, dan Bangladesh Yos Kusuma.

Dukungan tersebut juga sejalan dengan capaian Google News Initiative (GNI) di Asia Tenggara yang telah mencatatkan lebih dari 20 program sejak Januari 2025 dan menjangkau lebih dari 7.000 peserta dari 165 organisasi. Di Indonesia, inisiatif serupa dijalankan melalui Project Sigma Indonesia yang menumbuhkan audiens Gen Z hingga 1,5 kali lipat di 10 ruang redaksi, serta Revenue Growth Lab yang membantu menaikkan pendapatan iklan digital 12 penerbit lokal hingga 18 persen.

Head of News Partnerships Google untuk Asia Tenggara Adeel Farhan menegaskan bahwa kolaborasi bersama komunitas pers daerah merupakan upaya Google untuk terus hadir di tengah percepatan transformasi digital.

"Meski teknologi dan kebutuhan pengguna terus berkembang, misi inti kami tidak berubah: mengorganisasi informasi dunia dan menjadikannya mudah diakses serta bermanfaat bagi semua orang. Kami tetap berkomitmen untuk berkolaborasi dengan ekosistem berita, termasuk media lokal, seiring kami beradaptasi dan berinovasi dalam produk-produk kami," kata Adeel Farhan.

Adeel menambahkan, perusahaan dan penerbit berita memiliki tujuan serupa dalam menghubungkan publik dengan konten yang kredibel di ruang digital.

"Google dan penerbit memiliki misi yang sama, yaitu membantu orang menemukan dan mengakses konten di web. Diskusi bersama Local Media Community ini adalah salah satu cara kami memastikan komitmen itu benar-benar dirasakan langsung oleh rekan-rekan media di daerah, bukan hanya di kota-kota besar," lanjut Adeel.

News Partner Manager Google Yos Kusuma menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya di tiga kota bertujuan untuk mendengar langsung kendala industri di tingkat daerah sekaligus berbagi wawasan praktis seputar teknologi.

"Media lokal memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keberagaman informasi dan menghadirkan konten yang relevan bagi masyarakat di daerah masing-masing. Melalui diskusi ini, kami ingin mendengar langsung tantangan yang dihadapi teman-teman media lokal, sekaligus berbagi pengetahuan tentang bagaimana teknologi, termasuk AI, dapat menjadi alat untuk memperkuat keberlanjutan bisnis mereka, bukan menggantikan peran jurnalisme yang mereka jalankan," ujar Yos Kusuma.

Inisiator Local Media Community sekaligus Pemimpin Redaksi Suara.com Suwarjono menekankan pentingnya respons adaptif awak media terhadap inovasi teknologi mutakhir agar tetap bertahan di industri.

"Sama halnya dengan kenyataan bahwa publik atau audiens sekarang rata-rata mendapatkan informasi atau mengonsumsi berita dari media sosial, itu juga kalau ada media yang masih tidak melek dan belum mengembangkan medsosnya, akan ketinggalan," tegas Suwarjono, mengingatkan bahwa media yang menolak AI berisiko tergerus zaman.

Yos Kusuma menambahkan bahwa pendampingan terhadap ekosistem media dilakukan secara konsisten melalui berbagai skema pelatihan literasi data dan model monetisasi konten.

"Komitmen kami terhadap industri berita sudah berjalan lebih dari 20 tahun, dan itu tidak berubah. Yang berubah adalah cara kami beradaptasi dengan kebutuhan pengguna dan penerbit, termasuk melalui program-program seperti Subscriptions Academy dan News Consumer Insights yang berfokus pada penguatan pendapatan pembaca dan literasi data bagi newsroom di Indonesia," tambah Yos.

Selain diskusi di tiga kota, penguatan kapasitas jurnalis juga dilakukan lewat kolaborasi bersama KG Media dalam penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dimulai di Bekasi pada Jumat (14/8/2026) dengan melibatkan 64 jurnalis dari berbagai platform.

[TOS]



Berita Lainnya