Uncategorized

Barkati : Budaya Bisa Sebagai Alat Perekat Masyarakat

Kaltimtoday.co, Samarinda – Gelar Adat Tradisi 2019 Kompetisi Jaranan se-Kaltim baru-baru ini digelar dengan memperebutkan Trophy Bergilir Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang di Museum Taman Samarendah. Kompetisi ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Samarinda Muhammad Barkati ditandai dengan sabetan pecut.

Seperti diketahui bersama, budaya seni jaranan sangat berkembang pesat sampai ke mancanegara.

“Meski awalnya tumbuh di pulau Jawa, tetapi kini bisa berkembang di Samarinda. Melalui seni budaya ini, bisa sebagai alat perekat antar warga masyarakat dan wajib menumbuh kembangkan juga melestarikan sebagai aset budaya nasional,” jelas Barkati dalam sambutannya.

Baca juga:  Barkati Sebut Kampung Toleransi Juga Sebagai Pencegahan

Barkati menambahkan, agar seni budaya dapat bermanfaat dan dikenal masyarakat Samarinda, maka bisa menyelenggarakan event setiap Minggu.

Tujuannya adalah untuk bisa menginventarisir kebudayaan dari suku-suku yang berada di Samarinda, sehingga bisa bergiliran tampil di depan Museum Taman Samarendah.

“Karena kalau bukan kita yang memprakarsai dan memulainya, nanti gedung yang telah dibuat ini seolah-olah tidak bermanfaat di mata masyarakat,” jelasnya.

Dia mengatakan, tak ingin apa yang telah dibangun, tidak bermanfaat dan mubadzir. Mungkin setiap minggu bisa bergilir dari budaya yang ada.

Kompetisi Jaranan se-Kaltim dibuka oleh Wakil Wali Kota Samarinda Muhammad Barkati ditandai dengan sabetan pecut.

“Saya fikir mereka juga tidak akan minta insentifnya, paling cuma minta transportnya. Paguyuban budaya juga bangga karena bisa menampilkan seni budaya mereka dan kami hanya memberi fasilitas yang digunakan. Disini akan kami tunjukkan untuk menyatukan perbedaan-perbedaan dengan satu tujuan untuk Samarinda dan Indonesia,” paparnya.

Sementara itu Herry Nurdy sebagai Ketua Panitia menjelaskan, setelah dibuka nanti, acaranya akan berlangsung dan diselenggarakan di Taman Borneo Kebun Raya Samarinda mulai 3 November sampai akhir Desember 2019 dan dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu secara terus menerus.

“Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemkot Samarinda melalui Dinas Kebudayaan dengan tujuan melestarikan, serta mengembangkan adat tradisi yang dimiliki di Samarinda agar jangan sampai punah tergerus zaman,” tuturnya.

Seperti diketahui, Dinas Kebudayaan sudah menggelar beberapa agenda untuk kegiatan adat tradisi pada 2019 ini, antara lain Juli terdapat 2 event tradisi yaitu acara Mitoni (memperingati 7 bulanan untuk Suku Jawa) dan Naik Ayun untuk suku Banjar. Kemudian Senin (28/10/2019) ada kegiatan kolaborasi seni kolosal perpaduan 3 OPD yaitu Kesbang, Disdik  Samarinda dan Dinas Kebudayaan yang akan ditampilkan di GOR Segiri Samarinda.

Kemudian untuk 2020, Dinas Kebudayaan Samarinda akan mengagendakan sedikitnya 23 event dan rencananya akan mengirim tim kesenian-kesenian ini keluar daerah.

Baca juga:  Syaharie Jaang Hadiri Hudoq Cross Border di Mahulu

“Kami juga mengagendakan akan kembali menghidupkan Teater Sandima dengan memasukkannya di program sekolah-sekolah. Pengisian panggung seperti Citra Niaga, Mini Teater di Museum Samarendah dan Tepian, serta pentas keliling Sandima. Kami juga ingin mengembangkan lagi tradisi lama yang mulai pudar termasuk juga kegiatan suku-suku lain,” katanya.

Termasuk, sebutnya ada 6 suku yang budayanya segera diangkat untuk tahun depan ada budaya Kutai, Melayu, Cina, Madura, Bugis, Dayak.

“Mudah-mudahan dari agenda ini menjadi catatan Pemkot Samarinda melalui Dinas Pariwisata untuk dipromosikan melalui Diskominfo agar bersama memajukan  Samarinda,” tutup Herry yang juga Sekretaris Dinas Kebudayaan.

[KMF5 | RWT | ADV]

Facebook Comments

Related Articles

Back to top button
Close