Samarinda

Barkati-Darlis Temui Langsung Gakkumdu, Tegaskan Hanya Hadiri Undangan

Kaltimtoday.co, Samarinda – Pemanggilan Gakkumdu ke pihak pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Barkati-Darlis berlanjut hari ini, (1/10/2020). Bertempat di Sentra Gakkumdu, Jalan Juanda 2 Samarinda klarifikasi terkait berlangsung sekitar pukul 11.00 Wita.

Diberitakan sebelumnya, paslon dikabarkan tak bisa hadir. Namun ternyata, Juru Bicara Tim Pemenangan Barkati-Darlis yakni Fahrizal Helmi Hasibuan mengonfirmasi bahwa Barkati-Darlis akan datang untuk mengklarifikasi secara langsung. Kabar itu disampaikan melalui pesan WhatsApp pada pukul 10.09 Wita.

Baca juga:  Tinggal Tunggu SK Isran Noor, Beasiswa Kaltim Tuntas Cair Oktober Ini

Saat Kaltimtoday.co sampai di lokasi, awak media tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam gedung. Saat itu, paslon sudah berhadapan langsung dengan pihak Gakkumdu. Sekitar pukul 11:55, Barkati terlihat keluar dari gedung. Menemui awak media, dia menyampaikan bahwa agenda yang dihadiri di Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang pada Minggu (27/9/2020) lalu murni sebuah undangan. Barkati menegaskan undangan dari siapapun akan dia hadiri. Kala itu, undangan tersebut disampaikan secara lisan saja.

“Namanya undangan, kalau undangan itu di mana saja. Enggak ada urusan zonanya. Masa saya tidak menghargai orang yang mengundang?,” ungkap Barkati.

Ditemui terpisah, Darlis Pattalongi, calon Wakil Wali Kota Samarinda juga buka suara. Dalam hal ini, pihaknya akan senantiasa mengikuti proses yang ada dan mengapresiasinya. Darlis mengaku, tadi ditanya perihal latar belakang kegiatan tersebut. Bahkan sebenarnya, undangan tersebut sudah disampaikan sejak Juli. Namun, Barkati-Darlis meminta jadwal tersebut disesuaikan. Sebab tempo lalu, keduanya pun nampak sibuk mengurus pendaftaran di KPU Samarinda dan sosialisasi. Hingga akhirnya, baru terkonfirmasi saat pengundian nomor urut dan syukuran digelar pada Minggu (27/9/2020).

“Kebetulan, si tuan rumah ini kan menantunya adalah anggota dewan dari Partai Demokrat. Sebaik orangtua, begitu mendengar partai menantunya itu mengusung Badar, SK-nya keluar ya mereka kebetulan mau melaksanakan syukuran terbentuk grup senam istrinya. Mereka ingin kami hadir,” ungkap Darlis.

 

View this post on Instagram

 

Pemkot Samarinda membuktikan tidak tebang pilih soal disiplin protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. Setelah memberikan sanksi ke pengusaha cafe dan kedai di kawasan Citra Niaga dan Tepian Mahakan, terbaru, Pemkot Samarinda juga memberikan sanksi penutupan sementara bagi tempat hiburan malam (THM) dan tempat karaoke. Sanksi penutupan sementara itu disampaikan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang melalui surat resminya nomor 360/634/300.07 pada 1 Oktober 2020. Dalam suratnya Jaang menyampaikan penutupan sementara diambil karena terdapat pelanggaran nyata dan serius pengelola terhadap protokol kesehatan, seperti banyaknya pengunjung yang tidak menggunakan masker. Kemudian tidak adanya upaya serius dari pengelola untuk melakukan pendisiplinan kepada pengunjung. Terakhir, terdapat kerawanan tersebarnya Covid-19 di THM dan tempat karaoke. Sanksi penutupan sementara ditetapkan berlaku mulai 2-8 Oktober 2020. Kebijakan ini dapat diperpanjang jika dianggap masih diperlukan. Pengelola diharapkan dapat memperbaiki dan mengevaluasi penerapan protokol kesehatan selama penutupan sementara diberlakukan Satgas Covid-19 Samarinda. #samarinda #covid19 #viruscorona

A post shared by Kaltim Today (@kaltimtoday.co) on

Darlis menegaskan bahwa, dia dan Barkati tahu betul bahwa kala itu memang bukan jadwal mereka berkampanye di Samarinda Seberang yang masuk pada zona A. Disebabkan karena mereka menghadiri suatu undangan, maka ini di luar kegiatan kampanye. Menurut Darlis, yang dinamakan undangan tentu tidak ada kaitannya dengan jadwal zonasi yang dikeluarkan oleh KPU Samarinda. Itulah yang mereka berdua pahami.

Ditanya soal jumlah orang yang hadir, Darlis mengungkapkan itu bergantung dengan si tuan rumah sebagai orang yang mengadakan hajatan. Namun dia memastikan bahwa kala itu, protokol kesehatan memang disampaikan. Walaupun agak sulit dikontrol pula.

“Kalau soal spanduk itu tadi tidak ditanyakan ke saya karena bukan kami yang bikin. Semua fasilitas di situ murni inisiatif pengundang. Tanpa sepengetahuan kami dan timses. Untuk kampanye, pasti kami sesuaikan dengan jadwal. Toh pada 29 September juga jadwal kami di Samarinda Seberang,” lanjut pria berkacamata itu.

Soal kabar yang beredar bahwa keduanya memperkenalkan diri sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Samarinda kepada tamu undangan, Darlis punya tanggapan sendiri. Dia mengaku, memang sebagai orang Samarinda Seberang. Barkati juga pernah tinggal di sana. Sehingga praktis tidak perlu lagi ada perkenalan semacam itu. Sehingga, Darlis bisa memastikan bahwa semua yang hadir di sana sudah mengenal keduanya. Namun Darlis berterus terang bahwa ada beberapa pertanyaan yang ditujukan pada keduanya.

Baca juga:  Pilkada Saat Pandemi Covid-19, Golput Diprediksi Tinggi

“Namanya acara begitu kan ya tidak ada panitia atau MC, cuma pas tuan rumah bilang kami mau bertanya nih, akhirnya ditanya kalau misalkan Pak Darlis terpilih, bapak kan orang Seberang. Bagaimana? Meninggalkan Seberang enggak? Ya saya jawab. Masa tidak saya jawab?,” beber Darlis lagi.

Saat Darlis menjawab, para tamu pun menyegani apa yang dilontarkannya sehingga antusiasme tamu menyerukan “Hidup Badar! Coblos nomor 1” itu tak terhindarkan. Dinilai sebagai spontanitas, Darlis tak memungkiri itu. Namun Darlis kembali menegaskan bahwa itu bukan dari tawaran mereka berdua. Murni karena datangnya pertanyaan saja.

[YMD | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close