DPRD BERAU

Berau Terancam Krisis Petani Muda, Abdul Waris Minta Pemuda Mulai Belajar Bertani

Kaltim Today
19 Mei 2026 18:24
Berau Terancam Krisis Petani Muda, Abdul Waris Minta Pemuda Mulai Belajar Bertani
Anggota Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris. (Miko/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Berau - Anggota DPRD Berau, Abdul Waris mendorong agar generasi muda di Bumi Batiwakkal mulai melirik sektor pertanian sebagai wadah pengembangan diri di tengah ancaman lesunya sektor pertambangan. Waris menyoroti rendahnya minat usia produktif terhadap sektor agraria yang memicu ancaman krisis petani muda di berbagai kecamatan di Berau. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Sensus Pertanian 2023 (ST2023), jumlah petani dalam rentang usia 19–39 tahun di Berau saat ini tercatat hanya tersisa 9.789 orang. Angka yang minim ini menjadi alarm keras bagi keberlanjutan sektor pangan daerah jika tidak segera diantisipasi lewat langkah regenerasi yang terstruktur.

Padahal kata Waris, bidang usaha di sektor non pertambangan itu kian menjanjikan untuk dikembangkan di masa depan. Tidak lagi dengan cara tradisional melainkan lebih modern di tengah perkembangan teknologi.

“Sektor pertanian seperti kita tahu potensinya sangat besar dalam mendukung ketahanan pangan, serta bisa bermanfaat dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Waris menekankan, agar pemuda perlu merubah stigma jika pertanian adalah pekerjaan yang hanya dilakukan oleh orang tua lanjut usia. Padahal saat ini, di tengah perkembangan zaman, cara bertani sudah didukung berbagai inovasi yang telah menyesuaikan era digitalisasi.

Berbagai contohnya, mulai dari pemanfaatan alat modern, sistem irigasi digital, pemasaran hasil panen melalui melalaui berbagai platform yang sasarannya adalah generasi milenial hingga gen Z.

“Para pemuda di Berau perlu mulai belajar mendalami di sektor pertanian, karena kalau bisa dilihat sekarang para petani sudah tua-tua, bisa krisis generasi kalau tidak ada penerusnya,” jelasnya.

Berkecimpung di Komisi I sebagai mitra pemerintahan, legislator Demokrat ini juga mengimbau agar instansi terkait juga tidak hanya berfokus pada bantuan alat mesin pertanian, melainkan juga pelatihan hingga akses permodalan.

Setelah itu dapat direalisasikan, maka ia percaya sektor pertanian di Berau bisa berkembang lebih maju dan menjadi sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang menjanjikan di masa depan.

“Pemuda yang hendak terjun ke sektor ini tentu harus punya bekal pengetahuan dan modal jadi kedua hal ini perlu didukung oleh pemda, sehingga mereka bisa belajar dan menjadi agen perubahan di sektor pertanian Berau,” tandasnya.

[MGN | ADV DPRD BERAU] 



Berita Lainnya