Daerah

Berbekal Cita Rasa Khas Nangka, Kopi Liberika Kaltim Siap Harumkan Nama Daerah di IBRC 2026 

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 03 Juli 2026 19:58
Berbekal Cita Rasa Khas Nangka, Kopi Liberika Kaltim Siap Harumkan Nama Daerah di IBRC 2026 
Petani Lokal Kopi Liberika Kaltim, Slamet Prayoga. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Kopi Liberika asal Kalimantan Timur siap merangkak ke panggung tingkat nasional, melalui ajang Indonesia Brewers Cup Regional (IBRC) 2026 yang akan berlangsung di Jakarta pada 9–12 Juli. Melalui kompetisi tersebut, kopi khas Benua Etam akan diperkenalkan kepada para juri, pelaku industri kopi, hingga pegiat kopi dari berbagai daerah di Indonesia. 

Keikutsertaan Kalimantan Timur dalam IBRC 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi kopi Liberika yang selama ini belum banyak dikenal dibandingkan jenis arabika maupun robusta. Tak hanya membawa nama daerah, ajang tersebut juga menjadi kesempatan menunjukkan karakter khas Liberika Kaltim di kancah nasional.

Barista Ethics Coffee, Utari Citra Ihsani atau yang akrab disapa Uci, mengatakan persiapan menuju IBRC dilakukan dalam waktu yang cukup singkat, yakni sekitar dua bulan. Meski demikian, proses tersebut melibatkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari petani kopi, roastery, hingga para barista yang bersama-sama mempersiapkan kopi terbaik untuk ditampilkan dalam kompetisi.  

“Persiapannya memang sangat mepet, hanya sekitar dua bulan. Tapi kami bersama tim akan berusaha semaksimal mungkin. Kami ingin membawa kopi Kaltim ke ranah yang berbeda, di tingkat yang berbeda,” ujar Uci. 

Menurut Uci, keikutsertaan dalam IBRC bukan semata mengejar prestasi, melainkan menjadi langkah untuk memperluas pengenalan Kopi Liberika Kalimantan Timur kepada masyarakat dan industri kopi nasional. Ia berharap semakin banyak orang mengenal potensi kopi lokal yang selama ini tumbuh di Benua Etam. 

Kopi liberika. 

Selain itu, Uci juga ingin kehadirannya di ajang tersebut dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak barista perempuan agar berani tampil di kompetisi dan membawa potensi kopi daerah ke panggung yang lebih tinggi. Baginya, kompetisi merupakan ruang untuk menunjukkan kualitas sekaligus membangun jejaring yang lebih luas bagi perkembangan kopi lokal. 

Optimisme serupa juga datang dari kalangan petani. Petani Kopi Liberika Kalimantan Timur, Slamet Prayoga, menilai peluang Liberika Kaltim untuk dikenal khalayak ramai semakin terbuka. Menurutnya, saat ini yang terpenting bukan bersaing dengan daerah lain, melainkan memperkenalkan keberadaan Liberika Kaltim kepada pasar yang lebih luas.

“Intinya kita mengenalkan bahwa Kaltim juga punya kopi khasnya. Kalau petaninya cukup banyak, pasar yang akan datang. Jadi saya tidak melihat siapa lawannya, tapi bagaimana caranya mendapatkan pasar dari luar dan memperkenalkan kopi Liberika asal Kaltim,” kata Yoga.

Salah satu keunggulan Kopi Liberika Kalimantan Timur, lanjut Yoga, terletak pada karakter cita rasanya yang unik. Aroma buah nangka yang kuat menjadi identitas khas yang membedakan Liberika Kaltim dengan kopi dari daerah lain. Karakter tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi penikmat kopi, yang ingin mencari pengalaman rasa berbeda.

Yoga meyakini Liberika memiliki prospek cerah karena mampu tumbuh optimal di dataran rendah, sekaligus berpotensi menghasilkan kopi berkualitas premium.

"Semakin banyak petani kopi apalagi generasi muda, tertarik membudidayakan Liberika ini, tentu bisa berpotensi menjadi komoditas satu unggulan baru di Kaltim," tutupnya.

[RWT] 



Berita Lainnya