DPRD BONTANG

Jargas Bontang Tak Lagi Sekadar Layanan, DPRD Ingin Jadi Mesin Penghasil PAD

Kaltim Today
17 Juli 2026 19:38
Jargas Bontang Tak Lagi Sekadar Layanan, DPRD Ingin Jadi Mesin Penghasil PAD
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam. (laz/Kaltim Today)

BONTANG, Kaltimtoday.co - Besarnya jaringan gas (jargas) yang dimiliki Kota Bontang mulai diarahkan sebagai sumber pendapatan baru bagi daerah. DPRD Kota Bontang menilai infrastruktur yang selama ini berorientasi pada pelayanan masyarakat sudah saatnya memberikan nilai ekonomi melalui PT Bontang Migas dan Energi (Perseroda).

Hal itu menjadi salah satu fokus dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyertaan Modal PT BME oleh Komisi B DPRD Bontang.

Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, mengatakan status Bontang sebagai proyek percontohan nasional (pilot project) jargas terbesar di Indonesia membuka peluang besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Terlebih, cakupan jaringan gas di Bontang terus bertambah dengan usulan 10 ribu sambungan baru ditambah 2 ribu sambungan tambahan.

Menurutnya, aset jaringan pipa yang dimiliki daerah tidak boleh hanya dimanfaatkan sebagai fasilitas pelayanan. Ke depan, pihak ketiga yang menggunakan jaringan tersebut perlu memberikan kontribusi kepada daerah.

"Bontang ini posisinya sebagai operator yang bekerja sama dengan Pertagas dan langsung di bawah Dirjen. Ke depannya, sesudah perda pencatatan aset ini jalan, kita harus pikirkan pendapatan lain. Mereka melewati pipa kita, masa mau gratis? Harus ada hitungannya per meter kubik," kata Rustam, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, mekanisme tersebut dapat diterapkan melalui kerja sama bisnis antarbadan usaha (Business to Business). 

Jika dibutuhkan kepastian hukum yang lebih kuat, DPRD juga membuka peluang menyusun regulasi baru yang mengatur pemanfaatan jaringan pipa gas milik daerah.

Rustam menegaskan, penyertaan modal kepada PT BME harus diikuti dengan target kinerja yang jelas. Menurutnya, perusahaan daerah tidak cukup hanya menjalankan fungsi sosial, tetapi juga harus mampu menciptakan keuntungan secara berkelanjutan.

Karena itu, Komisi B akan menyisipkan poin dalam draf raperda agar PT BME memiliki orientasi bisnis yang lebih kuat sehingga mampu meningkatkan kontribusi terhadap kas daerah.

"Kami ingin perumda ini tidak hanya melayani masyarakat, tetapi juga tumbuh sebagai perusahaan yang sehat, mandiri, dan mampu menyetor dividen secara optimal kepada daerah," tutupnya.

[ADV DPRD BONTANG]



Berita Lainnya