Kukar

Camat Muara Kaman dan Kades Sampaikan Aspirasi Jalan Rusak 30 Km, Wakil DPRD Kukar Kecewa Dinas Terkait Tak Hadir

Kaltim Today
18 Oktober 2021 19:08
Camat Muara Kaman dan Kades Sampaikan Aspirasi Jalan Rusak 30 Km, Wakil DPRD Kukar Kecewa Dinas Terkait Tak Hadir
Kondisi RDP di Kukar. (Istimewa).

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Camat Muara Kaman bersama sejumlah Kepala Desa (Kades) mendatangi gedung DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dengan tujuan menyampaikan aspirasi prioritas, yakni adanya peningkatan infrastruktur jalan. Pasalnya, jalan sepanjang 30 kilometer rusak dan tak kunjung ada perbaikan, serta akses penghubung antar desa.

Kedatangannya disambut anggota dewan daerah pemilihan (Dapil) II meliputi Tenggarong Seberang, Sebulu dan Muara Kaman, Alif Turiadi, Firnadi Iksan dan Dapil VI, Azhar Nuryadi. Kemudian dilanjutkan dengan Rapat Dengar Pendapat di ruangan Badan Musyarawah (Banmus) DPRD pada Senin (18/10/2021).

Camat Muara Kaman, Surya Agus mengatakan, dari 20 desa setidaknya ada lima desa yang aksesnya tidak terkoneksivitas. Seperti di Desa Teratak, Benua Puhun, Rantau Hempang, Muara Kaman Ulu dan Muara Kaman Ilir, sepanjang sekitar 30 km itu rusak. Ketika hujan maka akses tersebut tidak bisa dilalui bahkan warga harus jauh memutar melewati SP 5.

“Jalan poros kabupaten itu tidak maksimal. Jalan dari SP 5 sampai Muara Kaman itu hancur. Mungkin, sudah 15 tahun tanpa ada perbaikan,” kata Agus.

Dia mengaku, pohaknya sudah beberapa kali mengusulkan peningkatan jalan ini namun belum ada perhatian maksimal. Semua program yang diusulkan skalanya prioritas sebab menyangkut infrastruktur jalan dan berdasarkan hasil Musrembang.

“Kami datang rame-rame dengan kepala desa ke DPRD, semuanya itu penguatan untuk bisa dipertemukan dengan dinas terkait,” tuturnya.

Diketahui, dalam pertemuan tidak dihadiri Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui dinas terkait. Wakil Ketua DPRD Kukar, Alif Turiadi pun kecewa, padahal mereka jauh-jauh datang hanya menyampaikan aspirasinya.

“Kami ini sebetulnya satu tubuh dengan eksekutif, kalau seperti ini kan mencoreng muka sendiri. Harusnya aspirasi ini ditanggapi dulu, jangan tidak hadir seperti ini,” kesal Alif.

Mereka kata Alif, sempat melakukan iuran perdesa untuk memperbaiki jalan tersebut. Total dana yang terkumpul sekitar Rp1,3 miliar namun tak mencukupi. Sedangkan hasil RDP akan menjadi catatan untuk tetap diusulkan aspirasi kepada Bupati Kukar agar memberikan skala prioritas, bahwa jalan ini penghubung antar desa, secara ekonomi dapat membantu masyarakat. Jika tidak segera dilakukan maka aktivitas warga pun terganggu.

“Dengan jalan sepanjang sekitar 30 km, tidak berarti apa apa sumbangan 20 desa yang jumlahnya hanya Rp1,3 miliar ini,” ungkap Politisi Fraksi Gerinda.

"Notulensi ini bisa menjadi catatan Pemkab untuk dianggarkan. Jika tidak ada, mereka akan kami panggil lagi. Gitu aja,” pungkasnya.

[SUP | NON | ADV DPRD KUKAR]



Berita Lainnya