DISKOMINFO KUKAR

Distanak Kukar Sasar 5 Kecamatan Jadi Pengembangan Ayam Petelur

Supri Yadha — Kaltim Today 03 November 2026 15:35
Distanak Kukar Sasar 5 Kecamatan Jadi Pengembangan Ayam Petelur
Kepala Distanak Kukar, Mohammad Rifani. (Supri/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Pengembangan ayam petelur di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tetap menjadi salah satu program Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak). Program ini diarahkan untuk memperkuat produksi telur lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Kepala Distanak Kukar, Mohammad Rifani mengatakan, pengembangan ayam petelur direncanakan menyasar sejumlah kecamatan, di antaranya Kota Bangun, Muara Muntai, Kota Bangun Darat, Loa Janan, dan Loa Kulu.

“Ada beberapa kecamatan yang disasar. Ini memang masih dalam perhitungan terkait jumlah ayam yang akan disalurkan,” kata Rifani.

Ia menambahkan, terdapat perubahan skema pengadaan. Ayam yang disiapkan nantinya bukan berasal dari DOC (Day Old Chick) atau anak ayam umur sehari, melainkan menggunakan ayam pullet yang sudah memasuki fase menjelang produksi telur. 

Dengan skema tersebut, ayam diharapkan bisa lebih cepat memasuki masa produktif. Sebab, jika menggunakan DOC, peternak harus menunggu beberapa bulan sebelum bertelur.

“(Ayam pullet) dalam beberapa bulan sudah bisa bertelur. Kalau dari DOC, kan, perlu waktu 3-4 bulan,” tuturnya.

Rifani menjelaskan, pengembangan ayam petelur tidak terlepas dari peluang pasar yang masih terbuka. Selama ini, kebutuhan telur di Kukar masih dipenuhi melalui pasokan dari luar daerah.

Melalui produksi lokal, ia berharap masyarakat bisa mendapatkan telur yang lebih segar karena proses produksi dilakukan lebih dekat dengan konsumen.

"Telur memang banyak, pasokannya juga dari luar daerah. Namun, keunggulan kita nanti adalah telurnya lebih segar karena diproduksi secara lokal," jelasnya.

Di sisi lain, Distanak Kukar memastikan program dukungan bagi petani tetap berlanjut. Bantuan pembangunan dan pembenahan irigasi serta jalan usaha tani masih menjadi bagian dari program yang akan dilaksanakan.

Menurut Rifani, kedua infrastruktur tersebut tetap diperlukan untuk menunjang aktivitas pertanian dan mendukung produktivitas petani di Kukar.

“Program irigasi dan jalan usaha tani tetap ada,” tandasnya.

[SUP | ADV DISKOMINFO KUKAR]



Berita Lainnya