Bontang

Dokter Spesialis Jantung: Kurangi Kecemasan Saat Berpuasa dengan Bersabar Agar Tidak Terpapar Covid-19

Kaltimtoday.co, Bontang – Menjalani bulan Ramadan di tengah pandemi global seperti saat ini, tentu menjaga kesehatan tubuh harus lebih diperhatikan. Bukan hanya bagi penderita jantung saja, semua masyarakat bahkan diminta agar tidak terlalu cemas agar sistem daya tahan tubuh tidak menurun.

Hal itu juga yang diingatkan oleh Dokter Spesialis Jantung, Suhardi yang bertugas di RSUD Taman Husada Bontang. Dikatakan Suhardi manusia itu holistik alias sempurna. Karena Allah telah menciptakan manusia dengan kondisi sebaik-baiknya daripada ciptaan Allah yang lain, dan itu tertulis dalam Al-Quran surat At-Tin ayat 4.

Baca juga:  Tips Jaga Kesehatan Jantung dari Dokter Spesialis Jantung RSUD Taman Husada Bontang

“Manusia ada unsur jasad, psikis atau jiwa dan akal pikiran. Untuk menjadi pribadi yang sehat dan baik, maka ketiga komponen tersebut harus diberikan nutrisi yang seimbang,” jelas Suhardi.

Di era pandemi saat ini, kondisi tubuh harus senantiasa dijaga agar lebih fit. Mengingat kondisi tubuh yang kurang fit akan beresiko tinggi tertular virus Corona. Apalagi di bulan Ramadan ini, dengan tubuh yang sedang berpuasa maka harus lebih pandai menjaga kondisi tubuh.

 

“Menjaga daya tahan tubuh di saat berpuasa bisa dilakukan untuk mengurangi kecemasan dengan melakukan hal-hal positif, seperti memperbanyak beribadah dan melatih kesabaran,” bebernya.

Kesabaran, kata Suhardi, bisa meningkatkan sistem imun manusia sehingga risiko terpapar semakin kecil. Tak hanya itu, sabar juga baik untuk kesehatan tubuh dan jantung.

Baca juga:  Direktur RSUD: Banyak Nakes Dikarantina Sebelum PDP Anak yang Meninggal Ditangani RSUD Bontang

Orang yang berpuasa secara fisik juga akan mengalami beberapa kondisi dehidrasi relatif, karena siklus makan yang berubah.

“Kalau kita tidak atur makan, akan menjadikan tubuh kita lemah. Semisal kita selama Ramadan kurang minum air putih, konsumsi gula/ karbohidrat yang tinggi, maka akan menjadikan proses metabolisme tubuh terganggu. Kadar gula yang tinggi juga bisa menjadi zat oksidan bagi tubuh. Sementara kekurangan air, menjadikan gangguan sistem urinalis. Makanya, semua harus dilakukan dengan seimbang dan menahan hawa nafsu dengan penuh kesabaran,” tutupnya.

[RIR | RWT | ADV]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker