Kaltim

DPRD Kaltim Minta Proyek Jalan Tol Samarinda-Bontang Tanpa Bebani APBD

Kaltimtoday.co, Samarinda – Pembangunan Jalan Tol Samarinda-Bontang bakal mulai digulirkan tahun ini. Namun, pembiayaannya diminta tidak menggunakan APBD Kaltim.

Hal itu ditegaskan, Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syafruddin. Menurut dia, pembangunan jalan tol memerlukan biaya sangat besar. Jika kembali menggunakan APBD, bakal sangat memberatkan.

“Belajar dari Tol Balsam, sudah cukup pakai APBD,” ujar Ketua DPW PKB Kaltim tersebut.

Baca juga:  Diduga Rem Blong, Truk Pasir Seruduk Tiga Sepeda Motor, Empat Orang Dikabarkan Tewas

Seperti diketahui, pembangunan Jalan Tol Balsam memakan investasi hampir Rp12,8 triliun. Sebesar Rp9,97 triliun di antaranya berasal dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Sementara, Rp 2,8 triliun sisanya berasal dari APBN dan APBD Kaltim.

“Saat ini ‘kan bolanya berada di pemerintah pusat. Ya, kita belajarlah dari pengalaman. Membangun jalan tol ini menguras energi, menguras keuangan daerah. Sedangkan, kita sampai hari ini, enggak tahu dari Tol Balsam, Kaltim akan kebagian royalti berapa. Sampai hari ini belum jelas,” bebernya.

Maka, pria yang akrab disapa Udin itu menyebut, bila pembangunan Tol Samarinda – Bontang terealisasi, maka Pemprov Kaltim tidak perlu mengeluarkan anggaran. Entah untuk pembebasan lahan atau menyubsidi pembangunannya. Pemprov Kaltim cukup membantu jika ada kendala-kendala di lapangan.

Baca juga:  Beasiswa Kaltim Tuntas Dibuka Maret, Hadi Mulyadi: Yang Sudah Dapat Boleh Daftar Lagi

“Misal ada lahan pemprov yang memang itu digunakan untuk akses jalan tol. Baru di situ pemprov terlibat membantu. Begitu saja, tapi ini saran saya ya,” harap dia.

Dia menambahkan, jalan tol merupakan fasilitas publik yang dikomersialkan. “Maka, kalau sesuatu yang dikomersialkan, enggak boleh dong dibangun dengan uang rakyat. Dengan sudah beroperasinya Jalan Tol Balsam, maka itu bisa menjadi modal investor membangun Tol Samarinda-Bontang,” pungkasnya.

[TOS | ADV]

Facebook Comments

Tags

Related Articles

Back to top button
Close