DPRD SAMARINDA

DPRD Samarinda Kaji Skema Pembangunan PLTSa Sambutan di Tengah Efisiensi Anggaran

Claudius Vico Harijono — Kaltim Today 21 Mei 2026 17:59
DPRD Samarinda Kaji Skema Pembangunan PLTSa Sambutan di Tengah Efisiensi Anggaran
Ilustrasi. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Samarinda - DPRD Samarinda bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tengah mengkaji rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan. Kajian dilakukan untuk menyesuaikan rencana proyek dengan kondisi fiskal daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, mengatakan pembahasan lanjutan dengan DLH akan dilakukan guna mematangkan skema pelaksanaan proyek, termasuk kemungkinan penerapan pembangunan secara bertahap.

“Kami masih akan melakukan pertemuan bersama DLH untuk membahas skema terbaik agar pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kemampuan daerah,” ujar Celni.

Menurut dia, pengelolaan sampah menjadi salah satu tantangan yang terus dihadapi Kota Samarinda seiring meningkatnya volume sampah setiap tahun. Di sisi lain, kapasitas tempat pemrosesan akhir yang tersedia dinilai semakin terbatas.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah mencari solusi jangka panjang, termasuk melalui pengembangan teknologi pengolahan sampah dan penataan sistem pengelolaan yang lebih berkelanjutan.

“Maka memang perlu diproyeksikan solusi jangka panjang, baik melalui pengembangan teknologi pengolahan sampah maupun penambahan kapasitas penampungan,” katanya.

Meski demikian, Celni menegaskan pembangunan PLTSa perlu melalui kajian menyeluruh agar pelaksanaannya tetap realistis dan tidak membebani keuangan daerah. Selain aspek infrastruktur, DPRD juga menyoroti pentingnya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Menurut Celni, sosialisasi terkait pengurangan penggunaan plastik dan pemilahan sampah masih perlu diperkuat.

“Edukasi kepada masyarakat terkait pemilahan sampah masih perlu ditingkatkan agar pengelolaan sampah bisa berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Ia juga menyebut sektor persampahan masih menghadapi tantangan sumber daya manusia, terutama dalam pemenuhan tenaga operasional di lapangan.

“Persoalan SDM juga menjadi perhatian karena pekerjaan di sektor persampahan memiliki tantangan tersendiri,” tambahnya.

DPRD berharap kajian pembangunan PLTSa dapat menghasilkan model pengelolaan sampah yang tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mendukung sistem lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.

[RWT | ADV DPRD SAMARINDA] 



Berita Lainnya