DISKOMINFO BONTANG

Gelar Penguatan Ideologi Pancasila, Dispopar Bontang Dorong Pemuda Lawan Hoaks

Network — Kaltim Today 16 April 2026 19:34
Gelar Penguatan Ideologi Pancasila, Dispopar Bontang Dorong Pemuda Lawan Hoaks
Sebanyak 200 pemuda di Bontang mengikuti pembinaan penguatan ideologi Pancasila yang digelar di Aula Dispopar Bontang. (Ist)

BONTANG, Kaltimtoday.co - Sebanyak 200 pemuda dari berbagai elemen di Bontang mengikuti kegiatan pembinaan penguatan ideologi Pancasila yang digelar di Aula Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini menjadi upaya konkret pemerintah dalam memperkuat karakter generasi muda di tengah tantangan arus informasi dan dinamika sosial yang kian kompleks.

Peserta yang terlibat berasal dari OSIS, siswa sekolah menengah atas, BEM mahasiswa, duta wisata, duta anti narkoba, hingga organisasi kepemudaan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dispora Provinsi Kalimantan Timur bersama Bidang Pemuda Dispopar Bontang, dengan menghadirkan narasumber dari Badan Kesbangpol dan Kodim 0908 Bontang.

Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi, mengatakan penguatan ideologi Pancasila menjadi hal penting untuk menjaga ketahanan bangsa, khususnya di kalangan generasi muda. 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan pemuda memahami nilai-nilai Pancasila,” ujarnya kepada Kaltim Today.

Ia menambahkan, pembinaan ini juga diarahkan untuk membentuk karakter pemuda yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan, seperti toleransi, kepedulian sosial, serta sikap anti kekerasan. Menurutnya, pemahaman yang kuat terhadap Pancasila akan mendorong pemuda untuk lebih bijak dalam menyikapi perbedaan dan tidak mudah terprovokasi isu-isu yang memecah belah.

“Pemuda harus menjadi agen persatuan. Dengan memahami nilai musyawarah dan demokrasi, mereka tidak mudah terjebak pada tindakan anarkis, serta mampu menjaga kondusivitas di tengah keberagaman,” tambahnya.

Selain itu, Eko juga menekankan pentingnya literasi digital bagi generasi muda. Ia menilai, tingginya penggunaan media sosial di kalangan pemuda harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpapar hoaks.

“Dengan pemahaman Pancasila, khususnya nilai persatuan dan demokrasi, pemuda diharapkan lebih cerdas dalam menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi konten yang memecah belah bangsa,” tandasnya.

[ADV DISKOMINFO BONTANG]



Berita Lainnya