DISKOMINFO BONTANG
Hadapi Libur Panjang Lebaran 2026, Dispopar Bontang Awasi Layanan Wisata Laut
BONTANG, Kaltimtoday.co - Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar) Bontang, meningkatkan pengawasan sejumlah destinasi wisata, khususnya di kawasan. Pengawasan ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan wisatawan selama libur panjang Idul Fitri 2026.
Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi, bilang pihaknya telah menggelar rapat koordinasi persiapan jelang Idul Fitri. Banyak hal dibahas dalam rakor itu, salah satunya pengawasan terhadap tempat wisata.
"Kami sudah rakor dengan Polres Bontang juga, yang salah satu pembahasannya terkait pengawasan lokasi wisata," kata Eko ketika ditemui di kantornya, Rabu (11/3/2026) siang.
Selain itu, Dispopar juga bekerja sama dengan Asosiasi Angkutan Wisata Laut Bontang. Kerja sama strategis ini dilakukan sebab, sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Bontang umumnya menyambangi destinasi wisata maritim. Semisal Pulau Beras Basah, Tihi-Tihi, Melahing, atau kawasan perairan Bontang yang menjadi spot andalan untuk menyelam (diving).
"Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) Dispopar, kan, melindungi wisatawan. Jadi kami juga telah bekerja sama dengan asosiasi kapal," bebernya.
Dalam kerja sama itu, kata Eko, pihaknya meminta asosiasi untuk menjaga sisi keamanan pengunjung. Misalnya melengkapi kapal angkutan dengan peralatan safety seperti pelampung dan alat pemadam kebakaran ringan (Apar). Ini penting untuk mengantisipasi kejadian tak diinginkan di laut.
"Potensi (kecelakaan laut), kan, bukan cuma orang kejebur ke laut, tapi juga kebakaran kapal," sebutnya.
Selain itu, pihaknya meminta asosiasi untuk memberi kepastian layanan bagi pengunjung, baik dari sisi harga, waktu keberangkatan, dan informasi lainnya. Ini dianggap penting agar wisatawan dapat merencanakan perjalanan mereka dengan tenang, tanpa risiko kekecewaan atau kebingungan.
"Kami minta beri kepastian. Jangan berubah-ubah misalnya harga dan waktunya. Dalam pengelolaan wisata, kan, ada namanya Sapta Pesona. Jangan sampai kita memberi kesan kurang baik ke pengunjung," tegasnya.
Terakhir, kata Eko, pihaknya meminta agar wisatawan mematuhi imbauan selama berwisata. Ketika ada imbauan arus sedang kencang, wisatawan diminta mematuhi imbauan itu. "Makanya peran asosiasi ini sangat penting karena yang lebih banyak berinteraksi langsung dengan wisatawan," tandasnya.
[ADV DISKOMINFO BONTANG]
Related Posts
- Pemkot Bontang Berlakukan Retribusi di Tiga Destinasi Wisata Mulai 2 Maret
- Kebocoran Atap Ganggu Ruang Server, Diskominfo Bontang Pastikan Data Digital Tetap Aman
- Server Diskominfo Bontang Rusak Terkena Hujan, Wali Kota Neni: Perasaan Saya Teriris
- Ini Lima Kriteria Ketentuan Inovasi Daerah yang Bisa Hasilkan DID
- Ada Covid-19, Investor City Mall ke Wali Kota Bontang: Pembangunan Lancar dan Tanpa Kendala









