Internasional

Gempur Lebanon Selatan, Serangan Udara Israel Rusak Rumah Sakit Hiram dan Rumah Warga

Network — Kaltim Today 23 Mei 2026 17:53
Gempur Lebanon Selatan, Serangan Udara Israel Rusak Rumah Sakit Hiram dan Rumah Warga
Ilustrasi pengeboman di Lebanon. (Dok. Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Serangan udara Israel kembali mengguncang wilayah selatan Lebanon dengan menghantam fasilitas kesehatan dan kawasan permukiman sipil pada Sabtu (23/5/2026). Gempuran ini mengakibatkan kelumpuhan sarana publik di area terdampak. 

Melansir data dari Antara, serangan udara tersebut menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur Rumah Sakit Hiram. Kerusakan dilaporkan melanda ruang operasi, tempat tinggal perawat, kamar pasien, klinik kesehatan, jaringan instalasi listrik, hingga seluruh jendela bangunan rumah sakit.

Selain fasilitas medis, sejumlah bangunan lain di kota tersebut dilaporkan hancur dan rata dengan tanah akibat gempuran udara yang terus berlangsung. Otoritas setempat mencatat perluasan dampak kerusakan material yang cukup masif di sekitar titik ledakan.

Pesawat tempur Israel juga merusak banyak rumah warga di sekitar lokasi serangan. Sektor infrastruktur penting seperti jaringan distribusi air bersih, gardu listrik, hingga akses jalan-jalan internal di kawasan permukiman sipil dilaporkan mengalami kelumpuhan total. 

Merespons situasi darurat tersebut, tim ambulans bersama petugas pertahanan sipil segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas bergerak cepat untuk mengevakuasi korban yang berada di reruntuhan sekaligus menilai tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan. 

Tak hanya menyasar area rumah sakit, pasukan Israel dilaporkan turut melancarkan serangan udara ke kota Yohmor al-Shaqif yang berada di wilayah selatan Lebanon. Intensitas serangan di beberapa titik perbatasan ini tercatat terus meningkat.

Menurut keterangan resmi pejabat pemerintah Lebanon, lebih dari 3.000 orang dilaporkan tewas dan sekitar 1,6 juta warga lainnya terpaksa mengungsi. Kondisi memprihatinkan ini merupakan akumulasi dari rentetan serangan terbaru Israel di Lebanon yang dimulai sejak 2 Maret 2026.

Eskalasi konflik bersenjata di wilayah tersebut diketahui terjadi tidak lama setelah kelompok Hizbullah melancarkan serangan balasan yang berkaitan dengan perang Iran. Konfrontasi kedua belah pihak memicu ketegangan geopolitik yang semakin meruncing di kawasan Timur Tengah.

Rentetan serangan militer Israel ini tetap berlangsung meskipun kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat secara resmi masih berlaku. Sesuai dokumen perjanjian, status gencatan senjata tersebut seharusnya bertahan hingga awal Juli mendatang. 

[RWT] 



Berita Lainnya