Nasional

Kompak Nusa Bahari Terima Penghargaan, Konservasi Pulau Gusung Makin Dilirik

Muhammad Razil Fauzan — Kaltim Today 17 Agustus 2026 14:45
Kompak Nusa Bahari Terima Penghargaan, Konservasi Pulau Gusung Makin Dilirik
Asisten I Setdakab PPU, Nicko Herlambang (kiri), Ketua Kompak Nusa Bahari, Hasanudin Hamzah (tengah), Wakil Ketua II STT MIgas Balikpapan, Selvia Sarungu (kanan) saat foto bersama menyerahkan bantuan. (Fauzan/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Penajam - Kelompok Masyarakat Penggerak Aksi Konservasi (Kompak)  Nusa Bahari Penajam Paser Utara (PPU) menerima penghargaan atas partisipasi dan kontribusinya dalam pelestarian lingkungan terumbu karang di Pulau Gusung pada 2026. Penghargaan tersebut diserahkan saat Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di PPU, Senin (17/8/2026).

Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi Pemda PPU terhadap gerakan konservasi berbasis masyarakat yang selama ini dilakukan Kompak Nusa Bahari di kawasan Pulau Gusung. 

Selain mendapat apresiasi daerah, kerja konservasi tersebut juga mulai memperoleh dukungan dari pihak lain, salah satunya Yayasan STT Migas Balikpapan.

Dukungan terhadap konservasi Pulau Gusung dinilai penting karena PPU memiliki potensi bahari yang perlu dijaga di tengah perkembangan daerah sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Pulau Gusung tidak hanya menyimpan nilai ekologis melalui ekosistem terumbu karang, tetapi juga berpeluang menjadi ruang edukasi, wisata bahari, dan pemberdayaan masyarakat.

Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan pemerintah daerah terus membuka ruang dukungan untuk kegiatan konservasi lingkungan. Ia menyebut, peluang bantuan juga tengah dijajaki melalui pemerintah pusat.

"Nanti insyaallah ada bantuan konservasi terumbu karang dan sebagainya dari Kementerian Lingkungan Hidup," ujarnya menjelaskan kunjungan Kementerian Lingkungan Hidup beberapa waktu lalu.

Menurut Mudyat, kerja konservasi yang dilakukan masyarakat perlu diperkuat dengan kolaborasi lintas pihak. Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam menjaga lingkungan, terlebih pengelolaan kawasan pesisir dan laut membutuhkan kesinambungan, sumber daya, serta keterlibatan langsung masyarakat.

etua Bidang Konservasi dan Monitoring Kompak Nusa Bahari, Akbar Saputra dan Bupati PPU, Mudyat Noor saat foto bersama usai penyerahan penghargaan. (Fauzan/Kaltimtoday.co)

Penghargaan kepada Kompak Nusa Bahari diharapkan menjadi dorongan agar gerakan pelestarian terumbu karang di Pulau Gusung terus berjalan. Pemerintah daerah juga ingin keterlibatan kelompok masyarakat seperti Kompak dapat menjadi contoh bahwa upaya menjaga lingkungan bisa dimulai dari inisiatif warga.

Dukungan serupa disampaikan Yayasan STT Migas Balikpapan. Wakil Ketua II STT Migas Balikpapan, Selvia Sarungu mengatakan, bantuan yang diberikan kepada Kompak Nusa Bahari merupakan bagian dari kepedulian terhadap potensi sumber daya alam di PPU.

“Jadi, dengan adanya support yang kami berikan dari Yayasan STT Mega Balikpapan, sangat berharap ke depannya lingkungan kita itu terus dijaga kelestariannya. Khususnya terkait dengan potensi sumber daya alam yang ada di daerah, di PPU ini," ujar Selvia Sarungu .

Ia juga menilai, Pulau Gusung merupakan salah satu kekayaan alam yang perlu mendapat perhatian bersama. Potensi tersebut diharapkan tidak hanya dijaga dari sisi lingkungan, tetapi juga dapat memberi manfaat bagi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.

Karena itu, dukungan terhadap Kompak Nusa Bahari tidak hanya ditempatkan sebagai bantuan kegiatan. STT Migas Balikpapan ingin kerja sama tersebut dapat berlanjut dan menunjukkan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata.

“Ya, salah satu poin yang kita harapkan itu adalah yang berkelanjutan. Jadi, diharapkan tidak cukup sampai di sini," ujarnya.

Pihak STT Migas Balikpapan juga berharap Kompak Nusa Bahari dapat menyampaikan perkembangan dari pemanfaatan bantuan tersebut. Umpan balik itu dinilai penting agar dukungan yang diberikan dapat diukur dampaknya, baik terhadap kegiatan konservasi maupun masyarakat sekitar.

"Harapannya bahwa dalam waktu dekat kami bisa mendapatkan informasi apa yang bisa dilakukan dengan adanya bantuan ini. Apakah ada manfaat yang terasa, karena memang juga sejalan dengan salah satu program dari kampus sendiri, yaitu kampus berdampak," katanya.

Bagi STT Migas Balikpapan, keterlibatan dalam konservasi Pulau Gusung juga sejalan dengan konsep kampus berdampak. Bantuan yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan simbolis, tetapi benar-benar memberi nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat di PPU.

Dari sisi Pemerintah Kabupaten PPU, keterlibatan pihak kampus menjadi sinyal positif untuk memperluas jejaring konservasi. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab PPU, Nicko Herlambang, mengatakan pemerintah daerah berharap gerakan Kompak Nusa Bahari dapat mendorong kelompok lain ikut bergerak dalam isu lingkungan.

“Yang pasti, dari pemerintah ini kan berharap banyak ya kepada teman-teman Kompak dan juga mungkin nanti bisa ditindaklanjuti oleh kelompok-kelompok lainnya. Karena kemarin kita ketemu juga dengan teman-teman Kelurahan Jenebora, juga berinisiasi untuk pengembangan mangrove dan lain-lain," ujar Nicko.

Menurut Nicko, ketertarikan Yayasan STT Migas Balikpapan terhadap pelestarian terumbu karang dapat menjadi pintu masuk kolaborasi yang lebih luas. Pemda PPU ingin pola dukungan ini menjadi contoh bagi pihak ketiga lain yang memiliki perhatian terhadap lingkungan.

"Dan harapan ke depannya, ini bisa menjadi percontohan bagi pihak-pihak ketiga lainnya bahwa memang untuk pelestarian lingkungan, mau enggak mau, kita harus melibatkan banyak pihak. Tidak hanya bergantung kepada pemerintah daerah," jelasnya.

Nicko menyampaikan apresiasi kepada Kompak Nusa Bahari yang selama ini telah mengambil peran dalam menjaga lingkungan bahari di PPU. Menurutnya, kontribusi kelompok masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat kerja pelestarian yang tidak selalu bisa dijangkau sepenuhnya oleh pemerintah.

"Selain itu, tentu saja saya berterima kasih juga kepada teman-teman Kompak yang sudah berkontribusi cukup banyak buat pembangunan lingkungan hidup yang ada di PPU," ujarnya.

Pemerintah daerah, lanjut Nicko, akan membuka komunikasi lanjutan untuk menggali kemungkinan dukungan dari pihak lain. Setelah program konservasi berjalan bertahap, pemerintah akan melihat kebutuhan lapangan agar bantuan yang masuk dapat lebih tepat sasaran.

Salah satu peluang yang akan didorong adalah menghubungkan kelompok pelestari lingkungan dengan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Dengan demikian, dukungan tidak hanya datang dari satu lembaga, tetapi dapat diperluas sesuai kebutuhan konservasi di lapangan.

"Artinya, kepada pihak-pihak yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan, sedapat mungkin kita coba gandeng dengan CSR-CSR yang berkesesuaian," ujar Nicko.

Ia menegaskan, pelestarian lingkungan membutuhkan kontribusi bersama. Pemerintah dapat memfasilitasi dan membuka jejaring, sementara kelompok masyarakat, kampus, perusahaan, dan komunitas dapat memperkuat pelaksanaan di lapangan.

Ketua Kompak Nusa Bahari PPU, Hasanudin Hamzah, menyambut penghargaan dan dukungan tersebut sebagai penyemangat bagi kelompoknya. Ia mengatakan, konservasi terumbu karang membutuhkan kerja jangka panjang karena pemulihan ekosistem laut tidak bisa dilakukan secara instan.

Menurut Hasanudin, Kompak selama ini berupaya menjadikan Pulau Gusung sebagai ruang konservasi dan edukasi. Kegiatan yang dilakukan tidak hanya berkaitan dengan penanaman atau perawatan terumbu karang, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar ikut menjaga ekosistem laut.

"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga Pulau Gusung. Kami ingin konservasi ini berjalan berkelanjutan dan bisa memberi manfaat bagi lingkungan, masyarakat, serta generasi muda di PPU," ujar Hasanudin.

Ia menyebut, bantuan dari Yayasan STT Migas Balikpapan akan dikelola untuk memperkuat kegiatan konservasi. Kompak juga akan berupaya memastikan setiap dukungan yang diterima dapat dipertanggungjawabkan melalui perkembangan program di lapangan.

"Bantuan ini akan kami manfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung pelestarian terumbu karang di Pulau Gusung. Harapannya, apa yang kami kerjakan bisa terlihat progresnya dan memberi dampak nyata," katanya.

Hasanudin berharap kolaborasi yang mulai terbentuk tidak berhenti pada satu kegiatan. Menurutnya, Pulau Gusung memiliki potensi besar sebagai ruang belajar lingkungan bagi masyarakat dan generasi muda, selama pengelolaannya tetap berpijak pada prinsip konservasi.

"Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah, kampus, perusahaan, dan masyarakat. Pulau Gusung ini potensi daerah yang harus dijaga bersama, bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan PPU," tandasnya. 

[RWT] 



Berita Lainnya