Samarinda

Harga Bahan Pokok di Samarinda Mulai Naik Jelang Ramadhan

Kaltimtoday.co, Samarinda – Pemkot Samarinda melakukan inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok penting (bapokting) menjelang Ramadhan yang akan datang pada awal April nanti.

Sidak dimulai dari Pasar Segiri, Indogrosir, CV Sungai Budi, CV Dermaga, dan Bulog yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi, Senin (21/3/2022).

Dijelaskan Rusmadi, berdasarkan hasil evaluasi dari kunjungannya dengan berbagai pihak, ada beberapa hal yang didapat.

Baca juga:  Tolak Rakor Isu Penundaan Pemilu, Demokrat Kaltim Apresiasi KPU Balikpapan

Pertama dari sisi ketersediaan, diharapkan seluruh stok aman. Misalnya dari Bulog, masih tersedia 882 ton beras. Sedangkan kebutuhannya mencapai 300 ton per bulan. Artinya persediaan beras diperkirakan aman hingga lebaran tiba atau sekitar 3 bulan.

Lalu terkait dengan gula dan tepung. Stok gula dan tepung dinyatakan aman, namun memang terjadi kenaikan harga. Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada bawang putih. Minyak goreng juga turut dipantau. Mulai di Indogrosir hingga distributor, minyak goreng tampak tersedia. Namun harga sesuai dengan mekanisme pasar.

Khusus minyak goreng curah masih berada di harga Rp 14 ribu per liter. Ikan dan ayam juga harganya terpantau stabil. Kecuali daging sapi dan telur yang sedikit alami kenaikan.

“Tapi kalau kami lihat tadi, bertanya ke Indogrosir dan distributor itu harganya berkisar antara Rp 44-52 ribu per 2 liter. Tadi kami juga bertemu dengan pedagang eceran, mereka rata-rata tidak ada yang berencana menjual di atas Rp 55 ribu,” ungkap Rusmadi kepada awak media.

Walhasil, persediaan dinyatakan aman selama Ramadhan. Dirinya juga mengharapkan kepada masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Artinya, barang tersedia namun harus sedikit bersabar karena harga menyesuaikan dengan mekanisme pasar.

“Mudah-mudahan, pemerintah tetap melakukan operasi pasar untuk memberikan harga yang murah. Ketersediaan aman tapi fakta di lapangan memang ada kenaikan harga,” lanjut Rusmadi lagi.

Di Indogrosir misalnya, harga gula pasir menjadi Rp 13.500, dan di Pasar Segiri menjadi Rp 15 ribu. Tepung yang awalnya Rp 9 ribu naik menjadi Rp 10 ribu. Dijelaskan Rusmadi, kenaikan masih berada di batas normal. Terpenting, stok terpantau aman. Jika terjadi kenaikan harga, diharapkan tak begitu merisaukan masyarakat.

Pimpinan Cabang Bulog Samarinda, Mardi Harianto turut menambahkan bahwa, khusus gula, sementara ini stoknya akan diperbanyak. Saat ini masih proses dan dalam bulan ini bisa segera datang di Samarinda. Stok gula nanti diperkirakan datang sebanyak 50 ton.

“Termasuk tanggal 24 Maret nanti ini juga akan datang daging kerbau beku. Itu kemasan 1 kilogram dan ada 20 ton. Kami biasanya memasarkan ke pasaran umum. Jadi siapapun masyarakat bisa membeli. Kami kan juga punya mitra kerja,” beber Mardi.

Baca juga:  Pemkot Samarinda Bersiap Antisipasi Banjir Akibat Cuaca Ekstrem

Saat ini, stok yang tersedia di Bulog Samarinda ada tepung dan beras premium serta medium. Dalam waktu dekat, daging dan gula juga akan tersedia. Disinggung soal kekosongan stok gula, Mardi menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan pusat.

“Jadi kami akan menunggu konfirmasi atas usulan kami di daerah untuk permintaan terkait pemenuhan stok. Jadi kami baru bisa dikirimkan barangnya, mudah-mudahan bulan ini bisa masuk,” tandasnya.

[YMD | RWT]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker