Ekonomi dan Bisnis
IHSG Menguat di Luar Perkiraan, Sektor Properti dan Manufaktur Pimpin Top Gainers
Kaltimtoday.co - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan sesi I, Rabu (25/3/2026). Hingga awal perdagangan, indeks tercatat naik 39,31 poin atau sebesar 0,55 persen ke posisi 7.146,1.
Pergerakan IHSG hari ini terpantau bergerak di luar perkiraan pasar dengan rentang fluktuasi antara 7.057 hingga 7.170. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 9,93 miliar saham telah diperdagangkan pada awal sesi.
Nilai transaksi pada pembukaan ini mencapai Rp 5,8 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 482.000 kali. Tercatat sebanyak 419 saham mengalami penguatan, 221 saham melemah, dan 318 saham lainnya stagnan.
Sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk dalam daftar top gainers dengan lonjakan harga mulai dari 16 persen hingga 29 persen. Saham PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA) memimpin penguatan dengan lonjakan 29,61 persen ke level Rp 197.
Menyusul di posisi kedua, saham PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) melejit 28,18 persen ke level Rp 141. Kenaikan juga dirasakan oleh saham PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) yang naik 25 persen ke posisi Rp 625.
Selain itu, saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menguat 21,9 persen ke level Rp 334, serta PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) yang meningkat 16,4 persen ke level Rp 1.100 pada awal perdagangan sesi I.
Pergerakan positif ini berbanding terbalik dengan proyeksi BRI Danareksa Sekuritas yang sebelumnya memperkirakan IHSG berpotensi mengalami tekanan. Dalam risetnya, analis memproyeksikan indeks akan bergerak terbatas.
"Kami memproyeksikan IHSG masih berpotensi bergerak dalam tekanan dengan kisaran support pada 6.950–7.000 dan resistance pada 7.135–7.200," tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas.
Meskipun terdapat proyeksi tekanan, penguatan di awal sesi ini menunjukkan kepercayaan pasar yang cukup tinggi di tengah dinamika perdagangan harian. Investor disarankan untuk tetap memperhatikan level resistance di angka 7.200 sebagai target penguatan selanjutnya.
[TOS]
Related Posts
- IHSG Anjlok Tajam Tinggalkan Level 6.000, Analis: Investor Pertanyakan Kredibilitas Kebijakan Ekonomi Indonesia
- PSGO Sebar Dividen Rp 113,1 Miliar Usai Laba Bersih Tumbuh 26,3 Persen
- Rupiah Melemah Bikin Harga Kedelai Impor Meroket, Pedagang Siasati Jual Tahu Tempe Ukuran Mini
- Menkeu Purbaya Ungkap Alasan Prabowo Ambil Alih Penyampaian KEM-PPKF RAPBN 2027
- Kadin Kukar dan PT Tunggang Parangan Sepakat Kelola Potensi Bisnis Bersama demi Kerek PAD









